Banyumas Kembangkan Wisata Kota Tua

Liliek dharmawan
30/11/2018 23:15
Banyumas Kembangkan Wisata Kota Tua
(MI/LILIEK DHARMAWAN)

UNTUK meningkatkan jumlah wisatawan berkunjung ke Banyumas, Jawa Tengah, DPRD setempat menyarankan agar pemerintah kabupaten mengkaji pengembangan kota tua di wilayahnya.

Masukan itu muncul setelah DPRD melakukan studi ke Kampung Gedong di Desa Lumut, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung.

Wakil Ketua DPRD Banyumas, Supangkat, mengungkapkan kalau Kampung Gedong memiliki kemiripan dengan wilayah kota lama Banyumas sehingga pihaknya memberikan masukan kepada pemkab untuk mengkaji pengembangan kota tua di Banyumas. “Ada daerah di Kecamatan Banyumas yang dapat dikembangkan semacam Kampung Gedong. Ada bangunan-bangunan tua yang khususnya dihuni oleh warga Tionghoa. Nah, ini dapat dikembangkan nantinya sebagai objek wisata,” kata Supangkat, kemarin.

Menurutnya, selain pengembangan lokasi wisata berupa kota tua, nantinya juga dikembangkan kuliner khas di wilayah tersebut.

“Kalau di Kampung Gedong ada kemplang atau krupuk ikan yang bisa dijadikan oleh-oleh. Di Banyumas juga ada, tetapi itu harus dilakukan pengkajian mendalam,” jelasnya.

Selain soal wisata rumah tua yang masih dipertahankan dan kulinernya yang khas, ada pembauran etnik Tionghoa dengan etnis lainnya. “Pembaruan tanpa saling curiga menjadi sangat penting karena situasi yang kondusif akan menciptakan ekonomi masyarakat,” tambah Supangkat.

Sementara itu, di utara Jawa Tengah tepatnya di Kabupaten Blora digelar Gebyar Keberaksaraan dan Festival Adat Samin 2018. Warga dan kehidupan budaya Samin di Jawa Tengah menjadi daya tarik wisata. Masyarakat Samin atau sedulur sikep merupakan kelompok masyarakat yang hingga kini kukuh mempertahankan ajar­an dan keyakinan mereka hidup di Blora (Jawa Tengah), Bojonegoro (Jawa Timur), serta kawasan Pegunungan Kendeng tetap kukuh dalam kebiasaan dan adat istiadat mereka.

Dengan mengambil tema Blora berbudaya dan bermartabat, sejumlah kegiatan festival Samin digelar berbagai lomba, seperti Kothek’an Lesung, Parikan, membatik, dan menulis aksara Jawa, yang diikuti  sekitar 500 peserta baik warga Samin maupun mereka yang belajar keaksaraan dari Lembaga Pendidikan Keaksaraan se-Kabupaten Blora.

Sesepuh Samin, Mbah Pramugi Prawiro Wijoyo, mengatakan kegiatan ini akan menjadi semangat bagi warga sedulur sikep untuk terus mengembangkan pendidikan masyarakat. “Gelaran hari ini menjadi kemasan menarik bagi wisatawan untuk berkunjung dan mengenal masyarakat Samin,” kata Pramugi.

Jalur wisata
PT Kereta Api Indonesia akan meluncurkan KA Joglosemarkerto, Sabtu (1/12), yakni kereta api yang memutari Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Purwokerto. Kereta api itu akan melewati jalur selatan dari Purwokerto ke Yogyakarta dan lanjut ke Solo. Kemudian dari Solo ke arah utara sampai Semarang. Sementara itu, dari Semarang ke arah barat melewati Pekalongan, Tegal, kembali ke Purwokerto.

Vice President PT KAI Daop 5 Purwokerto, MN Huda D Santosa, mengatakan dengan terkoneksinya kota-kota di Jateng dan DIY bisa mendongkrak perekonomian dan potensi wisata daerah. (AS/N-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya