Resmikan Kedai Kopi Abah, Simac Ajak Santri Cirebon Berwirausaha

Micom
29/11/2018 21:20
Resmikan Kedai Kopi Abah, Simac Ajak Santri Cirebon Berwirausaha
(Ist)

SANTRI Millenial Center (SIMAC) konsisten menjalankan program pemberdayaan ekonomi umat. Setelah di awal November lalu meluncurkan Kedai Kopi Abah di Bekasi, kini demam Kopi Abah mulai mewabah kalangan santri dan kaum muda di Cirebon, Jawa Barat.

Kegiatan launching Kopi Abah di Cirebon merupakan rangkaian acara yang juga akan dilaksanakan di beberapa titik kota dan provinsi lain di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Depok, Pasuruan, Probolinggo, Tangerang, Bali, NTT, serta Papua.

"Kopi Abah ini diharapkan bisa menjadi kail untuk para santri dan juga kaum muda untuk terjun ke dunia wirausaha. Apalagi bagi santri kopi sudah sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari," kata Presiden Direktur Simac, Gus Rohman, di Cirebon, Kamis (29/11).

Selain launching Kedai Kopi Abah, acara juga diselingi dengan diskusi tentang 'Arus Baru Ekonomi Indonesia'. Hadir sebagai pembicara Gus Syauqi Ma'ruf Amin (pembina Simac), dan Febri Wibawa Parsa, Sekretaris Jenderal Asosiasi Kelompok Usaha Rakyat Indonesia (Akurindo).

Gus Syauqi memaparkan, penting untuk mendorong anak-anak muda terutama kalangan santri menggeluti dunia wirausaha. Potensi anak muda yang begitu besar ini ditangkap oleh Santri Millenial Center untuk menjadi wadah berdiskusi, bertukar pikiran, dan memulai aksi untuk berwirausaha dalam Gerakan Santri Wirausahawan (Gus Iwan).

"Saya mengajak santri dan kaum muda di Cirebon untuk mulai berwirausaha dengan bergabung dalam Gus Iwan. Sudah saatnya, Pondok Pesantren tak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama tapi juga tempat belajar menggeluti dunia usaha,"ujar putra KH Mar'uf Amin ini.

Sementara itu, Febri Wibawa menerangkan bahwa gerakan santri wirausaha direspons sangat baik oleh para santri. Akurindo akan mendukung dan ikut mewujudkan target Simac yang akan melahirkan sejuta santri usahawan di seluruh Indonesia.

" Kami punya produk asuransi mikro. Para santri juga membutuhkan asuransi dalam berusaha. Karena unit usaha mikro ini sangat butuh untuk didampingi baik dalam akses modal sampai akses pasar. Dengan adanya asuransi akan memberikan kenyamanan bagi para calon pendukung akses modal," kata Febri.

Di akhir acara, Simac memberikan kartu Gus Iwan terhadap 10 santri dan santriwati di Cirebon. Kartu anggota Simac ini bisa digunakan untuk akses modal, pelatihan, dan pembinaan hingga pengurusan izin usaha.

Simac merupakan sebuah wadah perjuangan santri di dalam membangun ekonomi kerakyatan berbasis keumatan. Wadah ini menargetkan jutaan santri usahawan di seluruh Indonesia. Sebagai komitmen Kiai Ma'ruf Amin dalam mencetak generasi tangguh yang Islami dengan menciptakan produk halal dan tidak ada riba. (RO/OL-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya