Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK mempermudah agar masyarakat di Provinsi Bangka Belitung (Babel) mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya yang jauh dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Pemprov Babel mengusulkan agar dapat dibangun sub penyaluran BBM di 9 titik lagi.
Usulan itu disampaikan Sekretaris daerah (Sekda) Babel, Yan Megawandi, dalam Workshop, sinergitas instansi dalam rangka pengawasan bersama penyediaan dan pendistribusian BBM untuk menunjang pembangunan nasional yang di selenggarakan BP Migas, Kamis (29/11).
"Babel ini Provinsi kepulauan, sehingga tidak semua bisa menjangkau BBM yang disalurkan, kami mengusulkan 9 titik untuk dibangun sub penyalur, agar mendekatkan distribusi BBM," kata Sekda Babel, Yan Megawandi.
Ia merincikan ke-9 titik tersebut yakni di pelabuhan Sungai Selan, pulau Nangka Desa Tanjung pura, Tanjung Berikat, Bateng, Kecamatan Tempilang Babar; pulau Lepar, pulau Pongok, pulau Selat Nasik, pulau Buku Limau, dan simpang Renggiang,
"Kami berharap usulan ini dapat difasilitasi supaya makin hari pengawas dan pendistribusian BBM semakin baik," tukasnya.
Baca juga: Puluhan Pelaku UKM Bali Dilatih Tingkatkan Kualitas Produk Lokal
Ia menyebutkan, di Babel beberapa bulan terakhir terjadi permasalahan pendistribusian BBM ditandai dengan banyaknya antrean panjang di SPBU.
"Satu hal bahwa bisa dilihat panjangnya antrean di setiap SPBU menggambarkan ada sesuatu yang mungkin tidak berjalan dengan semestinya," ungkapnya.
Babel yang merupakan provinsi kepulauan, menurut Yan, memiliki kendala dalam pendistribusian BBM. Di antaranya adalah faktor cuaca dan transportasi.
"BBM ke Babel ini didistribusikan dari luar Babel, dari kilang di Plaju, Cilegon dan Riau, bisa dibayangkan apabila cuaca dan kondisi transportasi bermasalah," ucap Yan. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved