Daerah Berbenah agar Tol Memberikan Berkah

Akhmad Safuan
30/11/2018 08:30
Daerah Berbenah agar Tol Memberikan Berkah
Pembangunan konstruksi jalan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro)(MI/Abdus Syukur)

IMBAUAN Presiden Joko Widodo agar jalan tol tidak dibiarkan berjalan sendiri sehingga bisa memberikan manfaatkan maksimal disambut positif oleh para kepala daerah yang wilayah mereka dilintasi jalan bebas hambatan itu, termasuk Tol Trans-Jawa.

Saat meresmikan ruas tol Solo-Ngawi segmen Sragen-Ngawi sepanjang 51 km di Sragen, Jawa Tengah, Rabu (28/11), Presiden mengingatkan para kepala daerah untuk mengintegrasikan kawasan industri dan wisata dengan tol agar manfaat yang didapat optimal. Apalagi, pada akhir tahun ini Tol Trans-Jawa sudah tersambung meski baru benar-benar tuntas untuk digunakan pada tahun depan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut imbauan Jokowi itu dengan meminta seluruh kabupaten/kota yang dilintasi Tol Trans-Jawa segera beradaptasi. Menurut dia, selesainya pembangunan Tol Trans-Jawa akan memperlancar arus barang dan orang sehingga ekonomi di daerah semakin berkembang.

Tol itu juga akan mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah karena bisa memicu peningkatan investasi. Hubungan antardaerah pun, imbuh Ganjar, akan lebih mudah dan cepat.

"Warga dapat memanfaatkan rest area tol untuk memasarkan produk unggulan daerahnya, seperti Brebes dengan telur asinnya, juga Pekalongan dan Batang dengan keunggulan batik dan lainnya. Kita harus kreatif sehingga bisa mendapatkan manfaat maksimal dari tol," ujar Ganjar.

Langkah konkret bahkan sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dengan menyiapkan ribuan hektare lahan untuk pengembangan kawasan industri yang terintegrasi.

Bupati Pasuruan M Irsyad Yusuf menilai tiga ruas tol yang dibangun di daerahnya, yakni tol Gempol-Pasuruan, Pasuruan-Probolinggo, dan Pandaan-Malang, sebagai berkah.

"Karena dengan adanya tol, investasi di Kabupaten Pasuruan melejit selama kurun lima tahun terakhir. Saat ini disiapkan lahan di timur seluas 1.000 hingga 2.000 hektare untuk pengembangan kawasan industri. Ini karena adanya tol Pasuruan-Probolinggo yang pembangunannya sudah hampir selesai," kata Irsyad.

Dari tiga ruas yang dibangun, tol Gempol-Pasuruan sudah berfungsi Juni lalu. Adapun ruas Pasuruan-Probolinggo ditargetkan selesai Desember ini dan Pandaan-Malang (tol connection) ditargetkan selesai pada 2019.

Investasi melejit

Menurut Irsyad, investasi di Kabupaten Pasuruan melejit. Pada 2014, target investasi sebesar Rp3 triliun terealisasi Rp10 triliun lebih dan pada 2015 meningkat menjadi Rp15 triliun, pada 2016 Rp17,4 triliun, dan Rp17 triliun pada 2017.

"Investasi di PIER (Pasuruan Industrial Estate Rembang) masih terus masuk dan lokasinya sudah penuh. Makanya kami siapkan lahan di timur untuk pengembangan PIER itu," papar Irsyad.

Menurut Irsyad, pengembangan industri di kawasan timur sangat tepat karena selain keberadaan tol Pasuruan-Probolinggo, persediaan energi dan pemenuhan air untuk industri juga mendukung.

Di kawasan timur dimungkin-kan pula pembangunan pelabuhan yang terintegrasi dengan industri. Bukan hanya itu, Pemkab Pasuruan juga mengembangkan industri pariwisata.

"Kami meningkatkan fasilitas jalan yang sudah ada menuju Gunung Bromo dan pengembangan pariwisata lainnya di sekitar Danau Ranu Grati," tukas Irsyad.

Tak hanya di Jawa, daerah-daerah di Sumatra tak ingin menyia-nyiakan tol yang gencar dibangun pusat. Salah satunya Provinsi Sumatra Selatan yang dilintasi proyek Tol Trans-Sumatra. Di kawasan itu, pembangunan sebagian ruas sudah selesai, seperti tol Palembang-Indralaya. Adapun tol Kayu Agung-Palembang-Betung tengah digarap.

"Insya Allah pada 2019 nanti semuanya selesai dan bisa dilintasi. Kami akan mengintegrasikan pembangunan dengan jalan tol ini agar kesejahteraan masyarakat makin baik," ujar Gubernur Sumsel Herman Deru. (AB/DW/X-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya