Hujan Guyur Lereng Gunung Agung, 145 Warga Terisolasi

Ruta Suryana
29/11/2018 22:55
Hujan Guyur Lereng Gunung Agung, 145 Warga Terisolasi
(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

HUJAN deras yang mengguyur wilayah Karangasem, Bali, terutama di sekitar lereng Gunung Agung, menyebabkan 33 kepala keluarga (KK) atau 145 warga Desa Adat Bukit Galah, Dusun Sogra, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, terisolasi.

Pasalnya, dua sungai yang mengapit wilayah desa tersebut banjir. Yakni sisi timur yang berbatasan dengan alur sungai Yeh Kori dan sisi barat yang baru diperbaiki oleh BPBD Karangasem kembali amblas hanyut terbawa banjir dari lereng Gunung Agung.

Bendesa (Kepala) Adat Bukit Galah, I Putu Suyasa, mengatakan, hingga Kamis (29/11) malam, warga masih terisolir dan harap-harap cemas karena tidak bisa keluar dari wilayah desanya. Kondisi ini sudah dilaporkan ke Kepala Pelaksanan BPBD Karangasem dan juga ke Camat Selat.

"Sudah dilaporkan  ke Kalaksa (Kepala pelaksana) BPBD Karangasem dan Camat Selat," ujar Wayan Suara Arsana, Sekretaris Pasebaya (Pasemetonan Jagabaya, semacam kelompok relawan antisipasi bahaya) Gunung Agung, Kamis.

Kepala pelaksana BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa belum berhasil dimintai konfirmasi.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali, Komang Kusumaedi, menjadwalkan Jumat (30/11) besok akan meninjau ke lokasi Bukit Galah, Kecamatan Selat, untuk mengetahui perkembangan di lapangan.

"Esok saya akan ke Bukit Galah. Sepertinya perlu dibuatkan jembatan darurat agar warga bisa punya akses untuk logistik," ujar Komang lewat pesan WhatsApp. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya