Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DEWAN Perwakilan Daerah RI menilai kondisi kerusakan lingkungan di Indonesia saat ini sudah masuk kategori darurat. Butuh kerja sama semua pihak dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Lingkungan saat ini sudah boleh dibilang SOS. Contoh, Indonesia saat ini rawan plastik nomor dua di dunia. Banyak hutan, satwa, fauna hilang, terumbu karang juga, dan ini jadi masalah kita semua. Tugas dan kewajiban bersama. Bukan hanya pemerintah pusat dan daerah, melainkan juga semua stakeholders. Termasuk yang ada di Senayan, termasuk DPD RI,” kata Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono, seusai menjadi narasumber di forum group discussion bertema Pembangunan bertumpu pada kelestarian lingkungan hidup pada Rabu (29/11).
FGD digelar sebagai hasil kerja sama DPD RI bersama Digital Media Research Center di Istana Presiden Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Acara dihadiri sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah di Jawa Barat dan Indonesia serta pegiat lingkungan.
Nono juga menjelaskan DPD sengaja menginisiasi FGD tersebut dengan tujuan mengingatkan kembali semua pihak agar peduli terhadap lingkungan. Dia berharap semua pihak bisa menyesuaikan konsep pembangunan yang berbasis lingkungan dan ekonomi.
Alasannya, sektor lingkungan dan ekonomi cenderung menjadi ajang tarik-menarik kepentingan. Tarik-menarik kepentingan yang dimaksud Nono seperti adanya efek dari sektor perkebunan kelapa sawit. Di satu sisi sawit merupakan komoditas yang bisa menambah nilai secara ekonomi. “Tapi di sisi lain, kebutuhan lahan makin meningkat karena terjadi ledakan penduduk. Itu tak bisa dihindari,” ujarnya.
Nono memandang perlu adanya regulasi dan ketentuan di daerah yang mengatur pembangunan dan kesadaran menjaga lingkungan. “Bumi yang ramah tentu akan baik untuk kehidupan manusia. Bumi yang kita tinggali sekarang titipan untuk generasi yang akan datang,” ucapnya.
Ke depan, ujar Nono, optimalisasi ekonomi kreatif merupakan pilihan utama. “Berbicara lingkungan itu jangka panjang, tapi harus dimulai dari sekarang. Data PBB menyatakan sejak 2004, kerusakan lingkungan itu termasuk 1 dari 10 yang cukup berbahaya. Tidak ada cara lain, kita harus menyelesaikannya,”
Siswa peduli
Melihat banyaknya masalah sampah di daerah tujuan wisata dunia di Labuan Bajo, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Victor Bungtilu Laiskodat kembali menyoroti masalah sampah di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, dan mengajak para siswa untuk menjadi duta kebersihan. Hal itu dimaksudkan agar pariwisata di daerah itu nyaman untuk dikunjungi.
Hal itu diungkapkan Victor saat berkunjung ke Labuan Bajo dan meninjau sejumlah sekolah di sana. Pada waktu bersamaan, dia melihat langsung masih banyak sampah berserakan di ruas jalan kota. Ia pun menyayangkan kondisi Labuan Bajo sebagai kota pariwisata, tetapi penuh dengan sampah.
“Saya minta para pelajar di SMAK St Ignasius Loyola Labuan Bajo agar menjadi duta lingkungan. Mari kita jaga kebersihan Labuan Bajo. Ini kota internasional tidak boleh lagi ada sampah,” ucap Victor tegas.(JL/N-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved