Tembok Penahan Tebing Roboh, Sejumlah Rumah di Cisaat Terancam Longsor

Benny Bastiandy
29/11/2018 18:35
Tembok Penahan Tebing Roboh, Sejumlah Rumah di Cisaat Terancam Longsor
(ANTARA)

SEJUMLAH rumah warga di Kampung Babakan Cibatu RT 17/04 Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terancam longsor. Kondisi tersebut menyusul robohnya tembok penahan tebing (TPT) setinggi 6 meter dan panjang 10 meter saat hujan deras Rabu (28/11) sekitar jam 16.00 WIB.

"Saat TPT roboh, air dari Sungai Cikupa meluap ke permukiman warga. Sebab, material bangunan TPT menutup aliran sungak," kata Anwar, 45, warga setempat, Kamis (29/11).

Saat hujan deras debit air sungai relatif tinggi, ditambah dengan ukuran sungai yang ujungnya merupakan terowongan sempit.

"Airnya menumpuk di ujung terowongan," jelas Anwar.

Ia berharap pemerintah bisa segera memperbaiki bangunan TPT. Pasalnya, saat ini intensitas curah hujan cukup tinggi sehingga potensi terjadi bencana juga cenderung tinggi.

"Lama kelamaan air bisa mengikis tanah di tebing," ucapnya.

Saat ini, warga sedang bergotong-royong memindahkan material bongkahan material TPT yang roboh dari aliran sungai. Upaya itu dilakukan agar saat hujan deras tidak tersendat.

"Bongkahannya nanti bisa digunakan membangun lagi TPT," pungkasnya.

Sementara di Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, jalan desa yang menghubungkan beberapa kampung tersendat akibat material tanah longsor yang menutup akses. Kondisi tersebut mengakibatkan aktivitas warga sempat terhambat.

"Jalan desa itu menghubungkan Kampung Loajajar dengan Kampung Muaracikadu di Desa Muara Cikadu. Jalan itu selanjutnya penghubung ke ibu kota Kecamatan Sindangbarang," kata Camat Sindangbarang, Zaenal Mutaqin, saat dihubungi.

Kendaraan yang biasa melintas terpaksa harus memutar ke arah yang lebih jauh untuk sampai ke kota kecamatan. Ada jembatan alternatif tapi tak bisa digunakan karena rusak diterjang banjir bandang awal bulan lalu.

Warga berharap dinas terkait segera menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup jalan karena upaya yang dilakukan aparat kecamatan dan warga hanya mengunakan alat seadanya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya