Musim Hujan, Gerakan Tanah dan Longsor Ancam Warga Klaten

Djoko Sardjono
29/11/2018 15:50
Musim Hujan, Gerakan Tanah dan Longsor Ancam Warga Klaten
(MI/Djoko Sardjono)

WILAYAH Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, merupakan salah satu daerah rawan gerakan tanah dan longsor. Untuk antisipasi, masyarakat diimbau agar waspada terutama di musim penghujan.

Berdasar peta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Jawa Tengah, potensi gerakan tanah dan longsor mengancam empat kecamatan, yaitu Kemalang, Bayat, Cawas, dan Gantiwarno.

Di musim hujan, masyarakat di Kemalang terancam longsor Gunung Merapi. Kemudian, longsor Bayat Bukit Jabalkat ancam warga Bayat, serta penduduk Cawas dan Gantiwarno terancam Bukit Seribu.

 

Baca juga: Petugas SPBU di NTT Curangi Pembeli

 

Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Bambang Giyanto, mengatakan ancaman tanah bergerak dan longsor di empat wilayah kecamatan itu perlu diantisipasi dengan meningkatkan kewaspadaan tinggi.

"Kewaspadaan terhadap ancaman bencana gerakan tanah dan longsor di musim hujan, adalah penting guna pencegahan dan pengurangan risiko bencana alam tersebut," jelasnya, Kamis (29/11).

Selain gerakan tanah dan longsor, lanjut Bambang Giyanto, Klaten juga rawan gempa bumi, banjir, dan angin puting beliung. Termasuk, erupsi Gunung Merapi yang perlu diantisipasi. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya