Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POPULASI anak sapi meningkat tajam, Kabupaten Blora, Jawa Tengah (Jateng) bertekad menjadi sentra sapi potong terbesar di Indonesia. Hingga saat ini, Blora telah berhasil mengembangkan hingga 231.045 ekor dan terbesar di Jateng.
Pemantauan Media Indonesia, Kamis (29/11), Kabupaten Blora melakukan panen anak sapi (pedet). Populasi sapi potong meningkat tajam hingga 10% dalam kurun waktu Dari sebelumnya, beberapa desa yakni Desa Palon, Desa Kemiri, Desa Turirejo dan Desa Semampir menjadi sentra berhasil mengembangkan 400 ekor anak sapi.
Bakalan sapi potong ini merupakan hasil program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Ubsus Siwab) ditargetkan meningkat lebih besar, tahun ini tercapai 100% dari 100 ribu akseptor dan tahun ini juga ada penambahan 28 ribu dari oengajuan 36 ribu ekor ke pemerintah pusat.
"Kita bertekad menjadikan Blora sebagai penghasil sapi potong terbesar di Indonesia, setelah melihat hasil program pengembangan anak sapi berhasil dilakukan," kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakikan) Blora Wahyu Agustini.
Meskipun sempat terjadi kelambatan pengiriman pasokan straw atau semen beku hingga empat kali, lanjut Wahyu, upaya mengembangbiakan sapi potong tetap berjalan bahkan masih akan berlangsung hingga 2019 mendatang.
Baca juga: DIY Targetkan Seluruh Desa Terkoneksi Wifi Gratis
Kepala Disnakkeswan Jateng Agus Wariyanto mengatakan keberhasilan Blora dalam pembiakan sapi potong ini menjadikan terbesar di Jawa Tengah.
"Kami mengapresiasi adanya panen anak sapi ini, karena meskipun Blora wilayah kering ternyata mempunyai potensi peternakan sapi yang luar biasa," tambahnya.
Sebagai terbesar yang mengalahkan Grobogan dan Wonogiri, lanjut Agus, diharapkan Blora tidak ganya menjadi pemasok aapi potong untuk Jateng saja, tetapi juga dapat memasok bakalan sapi potong untuk wilayah Jawa Timur yang nerupakan daerah tetangga.
Bupati Djoko Nugroho meminta seluruh peternak untuk tidak menjual sapi bakalannya secara terburu-buru. Sapi-sapi tersebut diharapkan dibuat agar gemuk dan dewasa dahulu dengan pemberian pakan yang benar sehingga nantinya bisa menambah nilai ekonomi.
"Biasanya peternak kita tidak sabaran untuk menjual bakalan karena ingin cepet dapat uang saja," imbuhnya.
Dengan memelihara sebenta, lanjut Djoko Nugroho, nilainya akan lebih besar dan menguntungkan dan Pemkab Blora akan terus dampingi agar peternak bisa memelihara dengan memberikan pakan yang hemat namun menghasilkan. Apalagi pada 2017 Kabupaten Blora menyumbangkan sapi potong di Jawa Tengah sebanyak 222 ribu ekor dan tahun verikutnya lebih besar lagi untuk kebutuhan swasembada daging. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved