Dewan Kesenian Klaten Gelar Festival Karawitan dan Lomba Sinden

Djoko Sardjono
29/11/2018 10:10
Dewan Kesenian Klaten Gelar Festival Karawitan dan Lomba Sinden
(MI/Djoko Sardjono)

DEWAN Kesenian Klaten, Jawa Tengah, mengadakan festival karawitan dan lomba sinden. Kegiatan ini digelar di kompleks Radio Siaran Publik Daerah (RSPD) Klaten, 28-29 November 2018.

Festival musik pentatonis antarkecamatan tersebut, dibuka oleh Bupati Klaten yang diwakili Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah, Wahyudi Martono, dengan ditandai pemukulan kendang.

Dalam festival karawitan tahun ini, kata Ketua Panitia Sumarsana Purwoatmojo, peserta wajib menyajikan gending tradisi. Tujuannya, untuk pelestarian dan keberlangsungan seni karawitan.

"Festival diikuti sebanyak 16 kecamatan di Klaten. Penampilan mereka dinilai tiga orang juri dari Insitut Seni Indonesia (ISI) Surakarta," imbuh Ketua Komite Karawitan Dewan Kesenian tersebut.

Pemenang festival karawitan dan lomba sinden berhak memboyong Piala Bupati Klaten. Selain itu, peserta juga diberikan uang pembinaan. Kegiatan festivalini untuk pelestarian seni karawitan.

 

Baca juga: Trans-Jawa Integrasikan Ekonomi

 

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Harian Dewan Kesenian FX Setiawan menjelaskan festival karawitan digelar sebagai upaya menjaga agar seni tradisi Jawa itu tetap lestari di era global ini.

"Kegiatan festival ini merupakan komitmen Dewan Kesenian dalam melaksanakan Tri Karsa Budaya, yaitu meluhurkan, mengembangkan, dan melestarikan seni budaya potensi daerah," paparnya.

Untuk itu, Dewan Kesenian tahun ini juga menggelar kegiatan festival ketoprak, srandul dan srontol, musik campursari, tari topeng, wayang kulit, pameran seni rupa, dan sarasehan seni budaya.

Melalui seni budaya, menurut Setiawan, akan terwujud rasa aman, tenteram, damai, dan persatuan di masyarakat. Juga, dengan seni budaya sikap intoleransi dan radikalisme bisa terkikis.

Bupati Klaten Sri Mulyani yang diwakili Kabag Humas Pemkab Klaten, Wahyudi Martono, mengapresiasi festival karawitan dan lomba sinden yang digelar oleh Dewan Kesenian Klaten.

"Dengan sesanti nguripke, ngurupke, dan ngirapke seni budaya, diharapkan seni budaya tradisi di Klaten lestari dan berkembang. Sebab, seni budaya merupakan kebutuhan masyarakat," ujarnya. (OL-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya