Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JALAN Tol Trans Jawa Merak-Surabaya sudah tersambung 690 km dari target 870 km di akhir tahun ini. Sepanjang 690 km Trans Jawa dapat terkoneksi setelah hari ini Presiden Joko Widodo meresmikan ruas Sragen-Ngawi (51 km) yang merupakan bagian dari tol Solo-Ngawi (90,4 km).
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Sugiyartanto mengatakan dengan beroperasinya Tol Trans Jawa akan memangkas biaya logistik. Pasalnya, ruas tersebut memangkas waktu tempuh dari yang semula 3 jam dengan menggunakan jalur yang ada, menjadi hanya 1,5 jam.
Baca juga: Besok, Presiden Jokowi Resmikan Tol Sragen-Ngawi
Usai diresmikan, segmen Sragen-Ngawi bisa langsung dilalui masyarakat dan belum dikenai tarif sebagai bagian dari sosialisasi. Tarif tol baru akan diberlakukan mulai tanggal 6 Desember 2018 pukul 00.00 WIB.
"Tarif tol Solo-Ngawi sudah menggunakan formula dasar Rp1.000 per km dan penyederhanaan golongan kendaraan dari 5 menjadi 3 golongan, yakni Golongan 1, 2 dan 3," ucap Sugiyartanto, Rabu (28/11).
Adapun target keseluruhan Trans Jawa adalah dapat terkoneksi dari Merak-Banyuwangi sepanjang 1.150 km yang ditargetkan terealisasi pada 2019.
Investasi pembangunan Tol Solo-Ngawi dilakukan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Pemerintah melalui Kementerian PU-Pera memberikan dukungan dana APBN sebesar Rp2,57 triliun untuk pembiayaan sebagian konstruksi sepanjang 21,08 km yakni dari Kartasura hingga Karanganyar.
Sisanya, dikerjakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Solo-Ngawi (PT. JSN) dengan masa konsesi selama 40 tahun sejak penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) pada 2011.
Presiden Joko merasa senang dengan peresmian ini. Presiden menyampaikan bahwa tersambungnya Tol Trans Jawa harus dimanfaatkan oleh para kepala daerah untuk mengintegrasikannya dengan kawasan-kawasan produktif, seperti kawasan industri dan pertanian, serta mendukung kawasan
"Saya senang sekali Tol Solo-Ngawi Segmen Sragen-Ngawi diresmikan. Artinya sebentar lagi dari Jakarta-Surabaya, di akhir 2018, Insya Allah akan tersambung. Jangan sampai tol ini berdiri sendiri, tetapi harus terintegrasi (dengan pengembangan kawasan) agar manfaatnya maksimal," tandasnya.
Turut hadir Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dan Direktur Utama PT. Jasa Marga Desi Arryani.
Pembangunan jalan tol juga akan mengakomodasi pengembangan dan pemasaran produk-produk lokal di rest area tol sehingga tidak hanya diisi oleh produk-produk asing. Contohnya di rest area KM 538 Tol Sragen-Ngawi yang diidominasi kuliner lokal seperti Soto Kwali, Lontong Opor, Soto Madura, Baso Malang. (RO/OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved