Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH kecamatan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, berpotensi terjadi longsor dan pergerakan tanah. Terlebih saat memasuki musim hujan seperti sekarang ini. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka, Toto Sumianto, mengatakan dari 26 kecamatan, sebanyak 19 kecamatan dipetakan rawan longsor dan pergerakan tanah.
Kecamatan rawan longsor itu, di antaranya ialah Kecamatan Lemahsugih, Cingambul, Argapura, Talaga, ikijing, Malausma, dan Bantarujeg. “Khususnya di wilayah selatan Majalengka,” ungkap Toto, Selasa (27/11).
Dijelaskan Toto, Majalengka bagian selatan merupakan dataran tinggi dan di beberapa titik memiliki kemiringan lahan yang cukup tajam. Kondisi geografis tersebut memengaruhi tingkat kerawanan terjadinya longsor dan pergerakan tanah.
Selain longsor dan pergerakan tanah, wilayah utara Majalengka yang didominasi dataran rendah juga rentan diterjang bencana banjir.
Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Bambang Sujatmiko, mengatakan daerah yang berpotensi banjir dan longsor berada di kaki bukit. Daerah tersebut menjadi daerah penampungan air dari gunung melalui sungai dan anak sungai yang ada.
Untuk meminimalisasi jumlah korban bencana, BPBD Kabupaten Pekalongan telah melakukan pemetaan secara cermat hingga tingkat desa. “Kita turunkan petugas untuk patroli selama 24 jam di daerah rawan bencana,” ujarnya.
Upaya mengantisipasi bencana di Sumatra Selatan, Korem 044/Garuda Dempo menggelar latihan penanggulangan bencana selama empat hari. Tujuannya untuk membantu pemerintah daerah dalam menanggulangi bencana.
Sama halnya di Cilacap, BPBD setempat menggandeng TNI Angkatan Laut dalam menyiapkan penanggulangan bencana. Kedua institusi itu telah menggelar simulasi bersama.
BPBD Cilacap juga telah memetakan daerah-daerah rawan bencana baik banjir, longsor maupun tanah bergerak, angin puting beliung, dan lainnya untuk wilayah rawan banjir yang berada di 12 kecamatan dari 24 kecamatan yang ada.
Jembatan ambruk
Pada bagian lain, sebanyak sembilan jembatan gantung di Kabupaten Cianjur rusak berat diterjang banjir bandang. Semua jembatan gantung itu berada di Cianjur bagian selatan.
Rusaknya jembatan juga terjadi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Banjir bandang yang menerjang Desa Clebung, Kecamatan Bubulan, menyebabkan jembatan penghubung antardesa di Dusun Kedung Maor ambrol. Akibatnya, warga Kedung Maor saat ini terisolasi.
Kepala Seksi Penanggulangan dan Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro, Eko Susanto kepada Media Indonesia mengatakan untuk membuka akses 74 keluarga Dusun Kedung Maor, harus segera dibangun jembatan darurat.
Ambruknya jembatan juga terjadi di Lembata, Nusa Tenggara Timur, yakni meluapnya Sungai Wai Ma di Desa Riang Dua, Kecamatan Nubatukan, pada Senin (26/11). Padahal, jembatan itu baru dibangun pada Februari lalu dengan anggaran APBD II senilai Rp1,6 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lembata, Paskal Tapobali, mengatakan ambruknya jembatan yang baru digunakan April lalu karena padatnya material sampah yang menyumbat gorong-gorong. Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur telah memerintahkan agar kontraktor yang mengerjakan proyek jembatan itu segera memperbaikinya. (AS/BB/LD/PT/AU/DW/YK/MR/WJ/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved