Melakoni lagi Kesenian Jaran Kepang

(Tosiani/N-2
27/11/2018 23:00
Melakoni lagi Kesenian Jaran Kepang
()

SEKITAR seribu penari bersiap di Lapangan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada Minggu (25/11) pagi. Mereka mengenakan pakaian putih dilengkapi rompi warna merah. Ada juga yang memakai rompi hitam. Bagian bawah berupa kain jarik dan celana sepanjang lutut serasi dengan warna rompinya.

Tiap penari memegang jaran kepang yang terbuat dari anyaman bambu. Saat gamelan dimainkan, kaki para penari terus bergerak seirama mengikuti irama musik tradisional gamelan. Di tengah guyuran hujan, para penari memainkan tarian Jaran Kepang sampai malam hari.

Tarian itu bagian dari acara Sedekah Turonggo Bumi Phala yang diselenggarakan Perkumpulan Jaran Kepang Hokya Temanggung.

Ketua Hokya Temanggung, Yudha Sudarmaji, menjelaskan kesenian Jaran Kepang di Temanggung merupakan kesenian yang paling banyak jumlahnya dan tersebar di masyarakat.

“Berakar dari kecintaan terhadap budaya sendiri dan tujuan bersama demi kemajuan untuk merawat dan pengembangan kesenian Jaran Kepang sebagai kesenian mayoritas di Temanggung. Perkumpulan Seni Jaran Kepang Temanggung (Hokya) sepakat untuk mengadakan Sedekah Turonggo Bhumi Phala sebagai acara tahunan,” kata Yudha.

Tujuan kegiatan tersebut menurut Yudha ialah mengenalkan kembali seni pertunjukan Jaran Kepang yang pernah menjadi identitas Temanggung. Kesenian itu pernah mencapai zaman keemasan pada 1970-an.

Gerakan sedekah tersebut juga untuk membantu mempromosikan Kabupaten Temanggung dalam dunia seni budaya.

Penyelenggaraan sedekah ini merupakan kedua kalinya dan berhasil memecahkan rekor Muri karena berhasil pentas 48 jam nonsetop.

Ritual Among Budaya ini semacam ritual sedekah bumi dari masyarakat seni tradisional. Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah menciptakan bumi dengan segala isinya. Sedekah bumi berarti menyedekahi bumi atau niat bersedekah untuk kesejahteraan bumi. Selain sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan Tuhan, bersedekah juga dapat menjauhkan diri dari sifat kikir dan musibah.

Ritual ini sangat penting karena bumi pada hakikatnya sebagai tempat hidup dan bertahan hidup bagi semua makhluk yang ada di dalamnya.

“Sudah selayaknya kita ikut menjaga dan mendoakan agar keselamatan dan kesejahteraan terjaga sehingga bumi akan menjadi subur, tenteram, tidak ada musibah,” harapnya. (Tosiani/N-2





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya