Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKEMBANGAN industri yang didukung teknologi yang sangat pesat mendorong Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta untuk mendesain kurikulum pembelajaran yang lebih aspiratif.
Salah satunya kini yang tengah digodok UGM ialah dengan menyusun kurikulum milenial yakni sistem perkuliahan yang bisa dengan mudah diterima oleh mahasiswanya yang secara demografi merupakan generasi milenial.
Hal tersebut diungkapkan oleh Dr Sugeng Sapto Surjono, Wakil Dekan Bidang Kerja Sama Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Alumni UGM, dalam sesi wawancara eksklusif sebagai bagian dari kegiatan itinerary peresmian Honeywel UGM Connected Laboratory di Fakultas Teknik UGM Yogyakarta, Selasa (27/11).
"Sebagai kampus tertua di Tanah Air kami memang responsif untuk menyambut era milenial ini dengan mengembangkan kurikulum yang tepat agar mahasiswa UGM yang kini merupakan generasi milineal nyaman dan bisa belajar sesuai dengan eranya," ujar Sugeng.
Adanya tuntutan terhadap gejala proses perkuliahan yang berbeda dari model konvensional itu diakui sivitas akademika UGM saat ini.
Dikatakan, ketika perkuliahan dilakukan secara konvensional, yakni dosen lebih banyak aktif memberikan materi perkuliahan, sering dijumpai banyak mahasiswa yang asyik bermain gawai, atau bahkan mengantuk.
"Kita menduga mahasiswa chatting tapi ternyata mereka sedang mencari sumber pengetahuan tambahan lewat internet terhadap materi yang kita berikan," ujar Sugeng. "Nah dari sini kita mulai mendesain kurikulum apa yang tepat untuk pembelajaran mahasiswa UGM di era milenial ini," imbuhnya.
Pembuktian lain perlunya kurikulum yang update dengan kondisi terkini, menurut Sugeng, ialah perkembangan teknologi yang terkadang dirasakan di luar dugaan.
Ditambahkan, kecenderungan mahasiswa milenial UGM sekarang, khususnya di Fakultas Teknik yang terlihat ogah-ogahan belajar di kelas ternyata saat berkompetisi dengan mahasiswa di luar kampus baik pada skala nasional dan internasional mampu mencetak prestasi yang membanggakan.
Beberapa prestasi itu di antaranya kontes robot dan desain mobil listrik baik nasional maupun even internasional.
Keunggulan UGM khususnya di bidang teknik dan teknologi ini juga diakui oleh Anton Susanto, Corporate Communications PT Honeywell Indonesia, yang tengah menjalin kerja sama dengan UGM membangun laboratorium terkoneksi di bidang teknik dan perangkat lunak (software).
"Terus terang kita juga terheran-heran ternyata sudah banyak terobosan teknologi yang dilakukan mahasiswa dan dosen UGM. Untuk itu dalam kerja sama ini kami ingin berbagi di bidang modeling, simulasi, dan konektivitas," ujarnya.
Dia menambahkan, Honeywell Indonesia ingin mempercepat proses kolaborasi. Diyakini Honeywell, dengan kolaborasi baik antarfakultas maupun antaruniversitas maka kampus di Indonesia bisa semakin berkompetetif sehingga akan lahir generasi yang menguasai STEM (science, technology, engineering, and math).
Seperti diberitakan, saat ini Honeyweel telah menjalin kerja sama serupa dengan dua universitas lainnya yakni Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung.
Dengan memanfaat laboratorium yang dibangun tersebut diharapkan dari tiga universitas di Indonesia tersebut lahir insinyur dan pakar STEM masa depan yang akan membuat Indonesia 4.0 sesuai dengan yang dicanangkan pemerintah. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved