Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BUPATI Klaten, Sri Mulyani, diwakili Asisten I Sekretaris Daerah Rony Roekmito membuka festival ketoprak Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (26/11) malam.
Festival ketoprak tersebut, yang digelar oleh Dewan Kesenian Klaten di kompleks Radio Siaran Publik Daerah (RSPD) Klaten, diikuti peserta dari 25 kecamatan di Klaten.
Ketua Panitia Festival, Joko Krisnanto, melaporkan festival ketoprak merupakan program kegiatan Dewan Kesenian Klaten 2018. Festival berlangsung pada 26-30 November mendatang.
"Festival ketoprak antarkecamatan, yang baru kali pertama digelar ini, memperebutkan piala Bupati Klaten," kata Joko yang juga ketua Komite Ketoprak Dewan Kesenian Klaten itu.
Ketua Harian Dewan Kesenian Klaten, FX Setiawan, mengemukakan penyelenggaraan festival ketoprak adalah sebagai upaya pelestarian seni budaya tradisional daerah agar tidak punah.
Selain ketoprak, Dewan Kesenian juga menggelar festival karawitan, srandul dan srontol, campursari, tari topeng, wayang kulit, serta workshop dan sarasehan kebudayaan.
"Pelaksanaan kegiatan seni budaya tersebut, adalah perintah Perda No 2/2014 tentang pelestarian budaya dan bahasa Jawa, dan UU No 5/2017 tentang pemajuan kebudayaan," jelasnya.
Baca juga: Saatnya LPD Bali Eksis di Era Digital
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten I Rony Roekmito, Bupati Klaten Sri Mulyani menyambut positif kegiatan festival ketoprak antarkecamatan yang digelar Dewan Kesenian.
Kegiatan festival ketoprak perlu didukung. Pasalnya, seni budaya lokal warisan leluhur itu mulai terdesak hiburan modern. Bahkan, ketoprak kini banyak ditinggalkan masyarakat.
"Pun, tidak sedikit kelompok atau grup ketoprak yang berguguran di tengah derasnya arus seni budaya asing yang masuk Indonesia. Tapi, hal itu tidak boleh terjadi di Klaten," tegasnya.
Karena itu, kesadaran dan semangat tinggi dalam mengupayakan pelestarian seni budaya ketoprak perlu dijaga bersama pemerintah dan masyarakat untuk diwariskan kepada generasi muda.
"Jadi, sekali lagi, Pemkab Klaten tidak ingin seni budaya tradisional daerah, seperti ketoprak punah dari bumi Klaten. Karena itu, ketoprak harus diupayakan untuk dilestarikan," ujarnya.
Penampilan peserta festival ketoprak dinilai tiga orang juri, yaitu ST Wiyono (Dewan Kesenian Surakarta), Hanindawan (Taman Budaya Jateng), dan Suwito (Dewan Kesenian Klaten). (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved