Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
HINGGA Senin (26/11) petang pukul 18.00 Wita, Tim SAR gabungan belum berhasil menemukan 7 ABK KM Multi Prima I yang tenggelam di sekitar perairan pulau Kapoposang Bali, utara perairan pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, I Nyoman Sidakarya, mengatakan, kapal Rescue Boat 220 Mataram yang sandar di pelabuhan Lembar Lombok Barat diterjunkan ke lokasi kejadian sejak Minggu (25/11) pagi untuk melakukan pencarian.
Sebelumnya juga dilakukan pemapelan ke kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian melalui SROP (Stasiun Radio Operasi Pantai) dan berkoordinasi dengan unsur terkait setelah menerima laporan, Sabtu (24/11) pukul 15.08 Wita tentang ada kecelakaan di laut.
Dikatakannya, ada 18 personel diberangkatkan yang on board di kapal Rescue Boat 220 Mataram. Dari Minggu kemarin tim menyisir dari sekitar lokasi kejadian hingga sebelah utara Pulau Kapoposang Bali dan selanjutnya mengarah ke arah selatan.
"Namun hingga hari ini pukul 18.30 Wita hasil pencarian masih nihil," kata Nyoman.
Operasi pencarian juga melibatkan unsur terkait seperti TNI-AL Mataram, Pol Airud Polda NTB, SROP dan unsur terkait lainnya. Selain itu, kemarin juga dilakukan pencarian dari udara menggunakan pesawat Patroli Maritim TNI angkatan Laut yang terbang dari Surabaya. Setelah melakukan pencarian selama satu jam, pesawat udara P-8301 meninggalkan area pencarian menuju ke Makassar.
Sementara dari Pelabuhan Badas Sumbawa, Nahkoda kapal Rescue Boat 220 Mataram menjelaskan, hari ini pencarian dilakukan di seputaran pulau Sedapur. Penyisiran diseputaran pulau tersebut, mengingat arus dan angin cenderung mengarah ke sana, sehingga pencarian difokuskan di wilayah selatan pulau Kapoposang Bali.
"Rencana besok masih melakukan penyisiran sesuai dengan SAR Map yang diberikan dari Kantor SAR Mataram, kita fokus pencarian di sekitar perairan pulau Sedapur. Menurut informasi korban menggunakan rompi penolong, jadi ada kemungkinan korban terdampar di pulau Sedapur," ungkap Nurdin usai menyandarkan kapalnya di Pelabuhan Badas.
Sebagaimana diberitakan, Kamis (22/11) sekitar jam 18.00 Wita KM Multi Prima I dengan 14 orang di atasnya tenggelam dihantam gelombang saat berada di perairan Kapoposang Bali.
Tujuh ABK kapal dengan rute dari Surabaya menuju Waingapu, NTT ini berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat oleh kapal KM Cahaya Abadi 201 yang sebelumnya mendengarkan isyarat meminta bantuan 'May day-may day-may day' dari kapal tersebut melalui radio di chanel 16 dan dibawa menuju Probolinggo, Jawa Timur. Sedangkan 7 orang lainnya belum berhasil ditemukan hingga saat ini.
Adapun data-data korban yang berhasil ditemukan adalah Bob Chris Butarbutar (26) 2nd Officer, Parapat Medan, Rahmat Tuloh (27), 2nd Engineer, Lamongan, Debiyallah Sastria (27), a/b, Larantuka Flores, Zainal Arifin M (21), a/b, Larantuka Flores, Benyamin Henuk (34), a/b, Larantuka, Flores, Aldy Hidayat (18) Cadet engine, Bantaeng Makasar, Haji Jamaludin S (20) Koki, Bantaeng Makasar.
Sedangkan untuk data 7 korban yang belum ditemukan antara lain Syamsul Syahdan (38) Chief, Flores Timur, Tarsisius D Atulolong (35), Nahkoda, Flores Timur, Pande(67), KKM, Jakarta, Riski (26) Oiler, Kupang, Sutrisno (57) Oiler, Sragen, Sonny Kancil (41) Bosun, Flores, Philipus Kopong (43) Bas, Flores.
Kapal ini dilaporkan mengangkut bahan bangunan berupa paving, triplek, beton, polar pakan ternak dengan rute Surabaya-Waingapu. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved