Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JAYAPURA menjadi kota ke-22 terselenggaranya pelatihan Juru Bicara Pancasila. Pelatihan yang digelar di Hotel Horison Jayapura ini dihadiri 38 peserta yang berasal dari wilayah Papua dan 2 peserta lainnya berasal dari Manokwari, Papua Barat.
Selama 4 hari, 23-26 November, peserta dari latar belakang berbagai macam lembaga dan komunitas ini digembleng untuk menguasai berbagai strategi alat kampanye dalam rangka memperkuat ideologi Pancasila.
Seperti halnya kondisi umum masyarakat Indonesia, Papua juga menjadi salah satu wilayah dengan tingkat toleransi yang tinggi, meski intoleransi tetap menjadi isu dan persoalan tersendiri. Dari proses pelatihan di Papua ini diharapkan akan ada pemahaman baru mengenai toleransi, belajar dari praktik masyarakat Papua dalam menerapkan toleransi di dalam kehidupan sehari-hari sehingga bisa menjadi contoh untuk wilayah lain yang ada di Indonesia.
Kristmas Tawurutubun, fasilitator pelatihan ini, membuka acara dengan memberikan sambutan bahwa pelatihan Juru Bicara Pancasila ini sangatlah penting. Pelatihan ini merupakan pelatihan murni atas inisiatif untuk merespons adanya penurunan dukungan terhadap Pancasila. Dan yang paling penting, pelatihan ini tidak ada kaitannya dengan kepentingan politik tertentu.
“Kita perlu bersyukur atas kesempatan yang baik ini, karena melalui kesempatan ini kita kembali mendalami Pancasila, demi menjaga keutuhan NKRI,” kata Kristmas dalam keterangannya, Senin (26/11).
Sambutan selanjutnya sekaligus orientasi pelatihan oleh Milastri Mudzakkar sebagai fasilitator utama. Milastri menyampaikan hasil survei yang dikeluarkan oleh LSI Denny JA yang menunjukkan bahwa selama 13 tahun terakhir, dukungan terhadap Pancasila terus mengalami penurunan.
Pada 2005 dukungan kepada Pancasila mencapai 85,2% dan pada 2018 menurun menjadi 75,3% atau turun sebesar 10%. Hal inilah yang mendorong Komunitas Bela Indonesia (KBI)!untuk kembali menjadikan penguatan ideologi Pancasila agenda besarnya, agar Indonesia tetap damai dalam keberagamannya.
Hal menarik lainnya dalam pelatihan ini ialah materi-materi yang tersaji, di antaranya materi media sosial, yang sengaja dipersiapkan agar peserta mampu menguasai teknik dalam memaksimalkan penggunaan media sosial terlebih untuk kampanye konten positif.
Dijumpai secara terpisah, Anick HT, Koordinator KBI, menjelaskan bila pelatihan ini sudah didesain sedemikian rupa dengan satu buku rujukan utama yang berjudul Rumah Bersama Kita Bernama Indonesia, yang ditulis oleh Denny JA dan tim. Di samping itu, menurut Anick, mereka juga menyiapkan seluruh materi, baik isu maupun skill, berupa slide power point maupun dalam bentuk serial video, untuk dimanfaatkan oleh khalayak yang hendak mengadakan pelatihan sejenis di manapun.
"Kami ingin gerakan penguatan ideologi Pancasila menjadi gerakan organik yang melibatkan seluruh elemen masyarakat Indonesia,” ujar Anick.
Seperti diberitakan, pelatihan Juru Bicara Pancasila juga digelar di kota-kota lain seperti Kupang dan Medan. Dengan tujuan yang sama program ini diorientasikan untuk menstimulasi kesadaran publik terhadap pentingnya Pancasila. Terutama pemahaman bahwa Pancasila bukan saja urusan pemerintah melainkan urusan bersama. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved