Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI religi cantik asal Sidoarjo, Jawa Timur, Veve Zulfikar, tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya usai manggung di Alun-alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (22/11) lalu.
Veve mengaku takjub sekaligus bersyukur karena dipercaya tampil di depan penonton yang jumlahnya luar biasa banyak. Tak tanggung-tanggung, malam itu jumlah penonton yang merupakan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) mencapai sekitar 100 ribu orang. Belum lagi masyarakat sekitar yang tumpah ruah memadati sekitar alun-alun.
Bagi Veve, bernyanyi dan salawatan di depan seratusan ribu anggota Banser malam itu adalah sebuah kehormatan tak ternilai harganya. Meski pentasnya di berbagai tempat sudah tak terhitung lagi, penyanyi Indonesia apalagi bergenre religi sangat jarang mendapat kesempatan tampil di depan penonton sebanyak itu.
Penyanyi bernama lengkap Veryal Eisha Aqila Zulfikar ini makin senang luar biasa dan terhormat karena aksinya juga disaksikan langsung Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Jokowi.
"Bersyukur dan senang diberi kesempatan Allah bisa tampil di hadapan 100 ribu Banser dengan Presiden RI. Terima kasih kepada Ketum GP Ansor Gus Yaqut yang selalu mengundang Veve," ucap Veve, Minggu (25/11).
Manggung di depan presiden langsung, bagi penyanyi kelahiran Jombang, 7 Juli 2003 ini, bukan yang baru. Sebelumnya, Veve mengaku sudah satu kali bernyanyi di depan Presiden. Namun selepas acara di Alun-alun Kajen, Pekalongan, Kamis malam lalu, penyanyi multitalenta ini justru ingin sekali bertemu dengan Jokowi lagi. Bukan sekadar untuk manggung lagi, melainkan ingin melantunkan salawat berdua.
"Seandainya Veve bisa buat video salawatan bareng Pak Presiden sangat senang sekali. Kemudian dengan bangganya akan di-share ke akun Veve, bahwa ini lho..presidenku, juga suka salawatan," ujar Veve, yang pernah nyantri di Pondok Pesantren Sabilun Najah Watukosek, Kota Pasuruan ini.
Bukan tanpa alasan Veve ingin sekali salawatan dengan orang nomor satu di republik ini. Selama ini, Veve mengaku kesal dengan para warganet yang tak henti nyinyir dan hobi komentar negatif terhadap Presiden Jokowi.
Melihat realitas itu, Veve mengaku tidak bisa terima. Baginya, Presiden Jokowi adalah sosok orang yang baik dan lemah lembut. Dia juga melihat sendiri saat hadir dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad dan Hari Pahlawan yang digelar GP Ansor di Pekalongan, malam itu, Presiden Jokowi juga turut bersalawat. Makanya dia ingin membuktikan dengan bersalawat bareng kemudian disebarkan ke masyarakat agar sepenuhnya paham.
Penyanyi yang pernah menyabet juara MTQ tingkat Jawa Timur ini berharap sekali, impiannya itu terkabul. Dia selalu berdoa, suatu saat bisa tampil salawatan bareng dengan Presiden Jokowi di Istana Negara atau di mana saja.
"Veve tuh nggak terima. Makanya pingin banget buktiin ke orang-orang," harap penyanyi yang juga jago matematika dan melukis ini.
Veve mengaku bangga dengan Ansor dan Banser. Malam itu, Veve membawakan tujuh lagu, yakni Deen Assalam, Sholawat Nahdhiyyah, Assalamu'alaika, Laukana Bainanal Habib, Berakhir Indah, Roqot 'aina dan Rohman ya rohman.
"Bangga dengan Ansor Banser, sebagai garda terdepan penjaga ulama dan NKRI. Pokoknya acara malam itu luar biasa banget, tak akan terlupakan," ujar penyanyi yang kerap berduet dengan ayahnya, Ustadz dan Qori Miqdar Zulfikar.
Tak hanya Veve, bagi GP Ansor, acara malam itu juga sangat bersejarah. Sebab mendatangkan 100 ribu anggota Banser dalam satu waktu dan tempat adalah baru yang pertama kalinya digelar sejak organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama ini berdiri. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved