Bali Recovery dari Wisata Murah

Arnoldus Dhae
24/11/2018 02:15
 Bali Recovery dari Wisata Murah
(FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana)

PEMERINTAH Provinsi Bali kini sedang gencar-gencarnya mener-tibkan agensi wisata di Bali asal Tiongkok yang sebelumnya dalam tiga tahun belakangan ini beroperasi secara ilegal. Penertiban terhadap berbagai praktek penjualan pariwisata Bali secara murah oleh pelaku agensi ilegal dari Tiongkok tersebut sempat berdampak langsung terhadap mal dan pusat perbelanjaan di Bali. Salah satu yang terdampak ialah Discove­ry Shopping Mall di Jl Kartika Plaza Kuta Bali. General Mana­ger Discovery Shopping Mall Gustaf Riandory mengaku sejak penertiban praktek penjualan paket murah pariwisata Bali oleh agen wisata liar dari Tiongkok, jumlah kunjungan wisatawan ke mal yang berlokasi di pinggir Pantai Kuta itu terus menurun.

“Penertiban yang dilakukan Pemprov Bali viral di media sosial. Dampaknya besar, diantaranya terjadi penurunan jumlah kunjungan ke mal kami. Walau demikian, kami tetap mendukung upaya tersebut agar pariwisata Bali tetap berkelas dan berkualitas,” ujarnya.
Disebutkan, jumlah pengun­jung di Discovery Mall per hari rata-rata sebanyak 15 ribu orang. Dari jumlah itu, sebanyak 70% atau sekitar 5 ribu sampai 7 ribu ialah wisatawan asal Tiongkok.

Sidak yang dilakukan ke berbagai unit bisnis yang menjual barang dari Tiongkok memang berdampak besar terhadap pengunjung mal. Ia meyakini dampak itu juga merambat ke semua unit bisnis lainnya, seperti hotel, restoran, dan sebagainya.

Namun, imbuhnya, penurunan jumlah pengunjung itu terjadi dalam beberapa waktu saja. Kini berangsur-angsur pulih karena manajemen melakukan pendekatan ke beberapa travel yang memiliki bisnis yang sah.

Memang ada beberapa bus yang tidak masuk ke Kuta dan mereka harus parkir di sentra parkir Kuta. Disebutkan, dari penurunan tamu asal Tiongkok itu justru ada peningkatan tamu dari negara lainnya seperti Australia.

“Bali kalau terlalu ekspos dengan harga yang murah, maka hal ini merupakan ancaman bagi Bali sendiri. Travel agent hanya mendatangkan wisatawan asal Tiongkok lalu membawanya ke beberapa bagian tertentu saja. Tidak mengenalkan Bali kepada wisatawan secara keseluruh­annya,” ujarnya.

Respons positif
Upaya penertiban agensi ilegal asal Tiongkok oleh Pemprov Bali direspons positif oleh pemerintah Tiongkok. “Pengusaha yang bertindak ilegal harus ditertibkan. Kalau tidak, akan merusak pariwisata Bali,” ujar Konsul Jenderal RRT untuk Bali, Gou Haodong, saat audiensi dengan Gubernur Bali Wayan Koster di Denpasar, Jumat (23/11).

Menurut Gou, pengusaha pariwisata ilegal merugikan banyak pihak, baik bagi wisatawan Tiongkok maupun citra Bali sebagai destinasi pariwisata kelas dunia. Ia menambahkan pada musim rendah kunjungan wisatawan Tiongkok di akhir tahun ini bisa dijadikan momentum bagus untuk menertibkan oknum yang mengambil keuntungan berlebih.

Gou berharap wisatawan yang datang di Tahun Baru dan Imlek nanti mendapatkan pariwisata berkualitas dan otomatis akan memperbaiki kembali citra pariwisata Bali sebagai ‘surga terakhir’. (N-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya