Pariwisata Pasuruan masih tanpa Arah

(AB/N-1)
23/11/2018 22:30
Pariwisata Pasuruan masih tanpa Arah
(ANTARA FOTO/Adhitya Hendra)

KABUPATEN Pasuruan, Jawa Timur, dinilai masih belum memiliki peta jalan (road map) pariwisata yang jelas. Hal ini disayangkan sejumlah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di kabupaten setempat, mengingat Pasuruan memiliki potensi keindahan alam yang memesona.
Penilaian tersebut mengemuka dalam diskusi yang digelar komunitas pariwisata Averoes di Pandaan Kabupaten Pasuruan, Kamis (22/11).

Ada harapan jika peta jalan terwujud, dengan berbagai potensi strategis yang dimilikinya, Kabupaten Pasuruan menjadi salah satu destinasi wisata unggul di Jawa Timur.

Namun, banyaknya potensi destinasi wisata yang dimunculkan Pokdarwis dan penggerak wisata di desa-desa di Pasuruan, terkesan bergerak liar sendiri-sendiri, sedangkan pemkab justru tidak memiliki peta jalan pariwisatanya.

“Prigen yang sejak zaman Belanda dikenal sebagai kawasan wisata, berada di lereng Gunung Welirang, dari hari ke hari kondisinya semakin memprihatinkan. Tingkat kunjungan wisata ke Prigen semakin turun dan saat ini yang mengemuka justru wisata hiburan malam (esek-esek),” kata Syamsuri dari Pokdarwis Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen. Satu bukti lagi, misal ditutupnya salah satu hotel di kawasan Tretes Prigen, yakni Hotel Tretes Raya.

“Tidak ada sinergi antara penggerak wisata atau Pokdarwis antara desa yang satu dengan yang lainnya. Padahal, jika ada konektivitas pariwisata antardesa bisa menjadi hal yang luar biasa. Saatnya pemerintah harus hadir dengan konsep yang kuat, untuk membangun kerja sama dengan semua pihak,” ujar Pamudi dari Pokdarwis Rembang.

Menanggapi kritikan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan Agung Maryono mengakui bahwa pihaknya masih kebingungan untuk mengembangkan pariwisata di Pasuruan.

“Seperti wisata di Prigen, hingga saat ini kami masih kebingungan agar menggeliat kembali karena Prigen yang terkenal dengan Tretes-nya ini sekarang justru distigma (dicap) sebagai wisata seperti itu (hiburan dunia malam). Kami masih terus mencari formula yang tepat,” ucap Agung.

Manajer Averoes, Edy Purwanto, menyampaikan bahwa road map pengembangan wisata mutlak diperlukan. “Dengan road map, pengembangan wisata menjadi fokus dan terarah serta terukur sehingga kemajuan pariwisata dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kabupaten Pasuruan punya berbagai potensi wisata strategis­, seperti Gunung Bromo dan lainnya,” pungkas Edy.(AB/N-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya