Siklon Tropis Picu Cuaca Ekstrem

Depi Gunawan
22/11/2018 23:00
Siklon Tropis Picu Cuaca Ekstrem
(ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

MEMASUKI musim hujan, suhu udara di Jawa Barat dan sekitarnya justru panas. Bahkan, hujan cenderung masih jarang turun. Dari hasil pantauan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung, suhu udara maksimum di Kota Bandung pada bulan ini mencapai 33 derajat celsius.

Peneliti Cuaca dan Iklim BMKG Bandung, Muhamad Iid Mujtahiddin, menerangkan beberapa hari terakhir ini terdapat gangguan cuaca skala pendek berupa adanya siklon tropis Gaja di Teluk Benggala, serta siklon tropis Bouchra di Samudra Hindia.

“Dampaknya dalam beberapa hari ini terjadi penurunan curah hujan karena massa udara berpindah ke wilayah yang terdapat gangguan siklon tropis. Potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi bila didukung oleh kondisi kelembapan yang cukup lembap,” kata Iid, Kamis (22/11).

Adanya pemanasan lokal yang cukup kuat, lanjut Iid, sehingga terbentuk awan kumulonimbus (Cb) yang bisa menjulang sampai 10 kilometer di atas permukaan laut. Iid membenarkan tidak semua awan Cb berpotensi terjadinya angin puting beliung. “Tapi masyarakat tetap waspada karena saat ini sudah memasuki musim hujan.”

Dari Tasikmalaya, pascalongsor di wilayah Priangan Timur hingga kini masih diguyur hujan yang berpotensi banjir dan longsor. “Selama hujan deras jalur selatan yang sering kali terjadi longsor di Kecamatan Kadipaten sebab di situ adalah jalan alternatif penghubung antarprovinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah,” kata Kapolres Tasikmalaya Kota, AKB Febry Kurniawan Ma’ruf.

Musim hujan ini juga menyebabkan bencana hidrometeorologi di Kota Sukabumi sebanyak 13 kali. Mulai banjir, tanah longsor, serta rumah roboh. “Kalau secara akumulatif, sejak Januari hingga sekarang jumlah kejadian bencana sebanyak 132 kali,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan.

Cuaca ekstrem juga melanda Kabupaten Karawang. Hujan deras disertai es mengguyur beberapa kecamatan. Sejumlah warga mengatakan hujan es ini membuat mereka khawatir bila merusak rumah. Sekretaris BPBD Karawang, Supriatna, mengimbau agar masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini.  

Jembatan roboh
Masih terkait dengan bencana, sebuah jembatan penghubung antarkelurahan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, terancam roboh akibat hujan deras yang mengakibatkan badan jembatan tergerus banjir.

Jembatan yang menghubungkan Kelurahan Liliba dan Naimata itu dibangun sejak lima tahun lalu, terhubung hingga ruas jalan menuju Bandara El Tari di Kelurahan Liliba. Warga khawatir badan jembatan ambruk jika turun hujan deras dalam pekan ini. “Fondasi jembatan mulai tergerus banjir sehingga warga secara swadaya melakukan perbaikan,” kata Tadius Mika, warga setempat, Kamis (22/11).

Kerusakan jembatan akibat banjir juga terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, sebanyak tiga jembatan di Desa Jarum dan Desa Talang, Kecamatan Bayat, serta Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno.

Pemerintah pusat telah menggelontorkan dana hibah Rp15,6 miliar untuk perbaikan jembatan. Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Bambang Giyanto, mengatakan hanya satu jembatan yang tidak bisa diperbaiki, yakni di Desa Jarum karena merupakan aset desa. (PO/JL/YH/BB/AD/JS/CS/N-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya