Baayun Maulid Berharap Anak Teladani Nabi

(Denny Susanto/N-2)
22/11/2018 22:10
Baayun Maulid Berharap Anak Teladani Nabi
(MI/DENNY SUSANTO)

RATUSAN warga Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, berkerumun di halaman Masjid Jami, Sungai Jingah, Selasa (20/11). Bertepatan dengan Maulid Nabi, masyarakat Kalimantan Selatan beragama Islam berbondong-bondong datang ke masjid untuk menyaksikan upacara Baayun Maulid yang dilaksanakan serentak.

Baayun Maulid adalah kegiatan mengayun bayi atau anak sambil membaca syair maulid. Baayun Maulid dilaksanakan untuk merayakan­ kelahiran Nabi Muhammad SAW setiap 12 Rabiul Awal. Tradisi ini dilaksanakan masyarakat Banjar. Baayun Maulid juga sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Tujuan tradisi ini adalah anak-anak Banjar jika sudah besar bisa mengikuti keteladanan Nabi Muhammad SAW, dan berbakti kepada kedua orangtua,” kata Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, saat membuka acara Baayun Maulid.
Hadir pula Sekda Banjarmasin, Hamli Kursani, dan Ketua TP PKK Banjarmasin, Siti Wasilah.

Tradisi ini biasanya dilakukan di halaman masjid. Peralatan dan bahan-bahan yang diperlukan dalam Baayun Maulid ialah ayunan yang dibuat dari kain sarung perempuan atau tapih bahalai yang pada ujungnya diikat dengan tali/pengait.

Kain ayunan terdiri dari tiga lapis. Lapisan paling atas ialah kain sarigading atau sasirangan (kain tenun khas Banjar). Ayunan dihias dengan janur pohon nipah atau enau dan pohon kelapa, buah pisang, kue cucur, kue cincin, ketupat, dan hiasan lainnya.

Untuk melaksanakan Baayun Maulid ini harus memenuhi syarat upacara yang disebut piduduk, yakni 3,5 liter beras, gula merah, dan garam untuk anak laki-laki, serta sedikit garam ditambah minyak goreng untuk anak perempuan.

Selain di Banjarmasin, Baayun Maulid juga digelar di sejumlahdaerah. Namun di daerah Rantau, Kabupaten Tapin disebut sebagai tempat pelaksanaan Baayun Maulid terbesar tahun ini. Pesertanya mencapai ribuan orang.

Dalam acara Baayun Maulid di Banjarmasin ini, suasana sangat meriah. Bahkan, ada peserta yang membakar dupa agar udara berbau harum. Namun, peserta lain berupaya mengharumkan ruangan dengan menghiasi tali ayunan dengan bunga melati dan kenanga.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Banjarmasin, Ikhsan Alhaque, sebagai penyelenggara acara mengatakan panitia telah menyediakan ayunan dari sejumlah kain berlapis sehingga peserta tinggal meletakkan anak-anaknya di ayunan tersebut.

Ada sekitar 800 ayunan yang sudah disediakan.

“Mudah-mudahan tahun depan pesertanya bisa lebih banyak. Di Banjarmasin potensi yang berminat mengikuti Baayun Maulid bisa mencapai 5.000 orang,” ucap Ikhsan.

Tradisi ini juga masuk kalender wisata religi Kalimantan Selatan.  (Denny Susanto/N-2)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya