Polisi Selidiki Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Pejabat Kemenkumham

Denny Susanto
22/11/2018 19:05
Polisi Selidiki Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Pejabat Kemenkumham
(Thinkstock)

KEPOLISIAN Daerah Kalimantan Selatan masih menyelidiki kasus penyiraman air keras ke wajah Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv PAS) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kalsel, Asep Syarifuddin, 57, beberapa hari lalu.

"Kasus ini menjadi perhatian kita dan sejauh ini masih terus diselidiki pelaku maupun motifnya," tutur Kepala Bagian Humas Polda Kalsel, Ajun Komisaris Besar Polisi Muhammad Rifai, di Banjarmasin, Kamis (22/11).

Menurutnya, tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel sudah turun melakukan penyelidikan, termasuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Dalam olah TKP, polisi mengumpulkan sejumlah barang bukti satu gelas plastik yang terdapat sisa cairan yang diduga air keras untuk menyiram korban.

Seperti diberitakan, peristiwa penyiraman air keras oleh orang tak dikenal terjadi Selasa (20/11) malam sekitar pukul 20.00 Wita. Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka melepuh di bagian muka, bahu, dan tangan kanan, serta tangan kiri. Korban disiram cairan diduga air keras di halaman parkir Capung Cafe, Jalan S Parman, dekat lampu merah arah Jalan Bali, Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Oleh karyawan kafe, korban dibawa ke Rumah Sakit Islam tetapi tak lama di sana selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Suaka Insan Banjarmasin.

Menurut keterangan korban kepada polisi, awalnya korban dari dalam kafe tersebut berjalan menuju parkiran untuk pulang. Saat tepat berada di dekat mobil korban, tiba-tiba dari arah depan ada seorang laki-laki yang tak dikenal langsung menyiramkan cairan air keras ke arah korban menggunakan ember kecil. Kemudian korban langsung berteriak minta tolong sambil berlari kembali menuju ke dalam kafe dan pelaku langsung kabur.

Karena lokasi kejadian berdekatan dengan Markas Polda Kalsel, korban langsung lapor ke Polda dan diketahui Polsek Banjarmasin Tengah.

Sejauh ini, polisi juga memeriksa lima orang saksi antara lain dua penjaga parkir berinisial H dan D, dan tiga pengelola kafe. Sementara tiga saksi lainnya adalah N selaku pemilik kafe, serta W dan N selaku kasir beserta waiter.

Kemudian rekaman kamera pemantau (CCTV) yang ada di sekitar lokasi kejadian. Terutama di halaman bagian samping kafe, usai olah TKP, tempat titik penyiraman langsung ditutupi dengan plywood atau triplek oleh kepolisian.

"Barang bukti dikirim ke Laboratorium Forensik untuk mengetahui kandungan cairan yang digunakan pelaku," singkatnya. Saat ini korban masih dirawat di RSUD Suaka Insan Banjarmasin. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya