Pemprov Jabar Kirim Kyai ke Sekolah Tingkatkan Pendidikan Karakter

Bayu Anggoro
22/11/2018 15:40
Pemprov Jabar Kirim Kyai ke Sekolah Tingkatkan Pendidikan Karakter
(MI/NURUL HIDAYAH)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) akan mengirim kyai ke setiap sekolah untuk meningkatkan pendidikan karakter dan akhlak para siswa. Mereka akan memberi pendidikan agama tambahan karena selama ini jumlahnya dirasa minim.

Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat menyosialisasikan 'Ajengan (kyai) Masuk Sekolah (AMS)' di hadapan para kepala sekolah, di Bandung, Kamis (22/11). 

Uu mengatakan, dirinya bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memiliki visi 'Jabar Juara Lahir Batin' yang salah satunya pembangunan ketakwaan masyarakat.

Upaya ini, lanjut Uu, sesuai dengan program Nawacita yang diusung Presiden Joko Widodo. 

"Ini merupakan turunan dari Nawacita Pak Jokowi, tujuan pendidikan ansional. Mencerdaskan bangsa dan meningkatkan keimanan," katanya.

Menurut Uu, AMS diharapkan mampu menambah pengetahuan siswa tentang agama Islam. 

"Kami ingin punya siswa yang memiliki ketakwaan," katanya.

Dengan begitu, Uu berharap program ini mampu mencegah kenakalan remaja terutama dari sisi karakter. 

"Mudah-mudahan program ini mampu menjawab kekhawatiran orangtua, keresahan di saat anaknya masuk masa puber," katanya.

 

Baca juga: Masyarakat Diminta Mengkonsumsi Garam Beryodium

 

Selain itu, dia berharap program ini mampu mencegah radikalisme di kalangan sekolah. 

"Di samping untuk memperbaiki moral dan akhlak, itu juga tujuannya," kata dia.

Lebih lanjut Uu mencontohkan, program AMS yang sudah dilakukan di Kabupaten Tasikmalaya saat kepemimpinannya ini dilakukan setiap hari Jumat. Pada saat tersebut, kyai memberi pendidikan agama seperti kitab kuning, dan fiqih.

"Tetapi tidak juga dibatasi berapa hari per minggunya. Terserah sekolahnya masing-masing," kata dia.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Ahmad Hadadi menyebut, pihaknya akan segera mematangkan program tersebut agar bisa dilaksanakan pada tahun ajaran baru 2019/2020. 

Dia akan membahas kembali program ini bersama seluruh pihak terkait seperti kepala sekolah dan unsur pondok pesantren.

"Ini muatan lokal. Tujuannya untuk memperkuat pendidikan karakter dan pendidikan agama," katanya.

Disinggung seperti apa pelaksanaan program tersebut, Hadadi menyebut nantinya kyai akan mengajarkan tentang keilmuan agama kepada guru pendidikan agama Islam (PAI). 

"Ajengan memberi pendidikan agama ke guru agama. Boleh sekali-kali dalam hari tertentu, dalam hari besar Islam langsung mengajarkan ke siswa," katanya.

Selain untuk muslim, Hadadi pun menyebut pihaknya akan melakukan hal tersebut bagi siswa beragama lain. 

"Tidak hanya Islam, termasuk yang lain. Siswa di luar Islam juga akan diperkuat pendidikan keagamaannya," kata dia. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya