Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEPPER Day 2018 diharapkan menjadi forum interaksi antara pemangku kepentingan untuk memperkuat keberlangsungan sektor lada, sehingga dapat mengembalikan kejayaan lada dan meningkatkan harga lada.
Hal itu di sampaikan Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Dody Edward, saat memberikan sambutan Pepper Day 2018 di Ballroom Restoran Gale-Gale Bangka Tengah Provinsi Bangka Belitung, Kamis (22/11).
"Untuk Babel ini merupakan tahun kedua sebagai tuan rumah Pepper Day atau hari lada ini menujukan komitmen Pemerintah terhadap keberlangsungan sektor lada di tanah air," kata Dody.
Dody menyebutkan, penempatan Gubernur Babel, Erzaldi Rosman Djohan, sebagai Presiden Lada bentuk apresiasi untuk memajukan Babel sebagai Provinsi lada.
Menurutnya, Indonesia merupakan penghasil lada terbesar kedua di dunia setelah Vietnam, dengan pangsa pasar 18% dari total produksi dunia pada 2016. Provinsi Bangka Belitung menyumbang 40% lada di Indonesia.
"Kami di Kementerian Perdagangan mendukung sekali Babel ini sebagai Provinsi Lada Indonesia karena sentra Produksi lada indonesia 40% dipenuhi dari Babel," ujarnya.
Baca juga: Masyarakat Diminta Mengkonsumsi Garam Beryodium
Untuk itu, pada hari lada tahun ini, pihaknya mengambil tema Kolaborasi menuju lada Indonesia yang berdaya saing, dengan pengembangan sektor lada dari hulu hingga ke hilir.
"Sebagai komoditas dengan elastisitas harga yang rentan berfluktuasi, upaya mendorong konsumsi domestik di negara produsen menjadi salah satu cara meningkatkan permintaan lada sehingga dapat pula mendorong naiknya harga lada," ungkap dia.
Harga lada menurutnya mengalami penurunan yang siginifikan. Ia mencatat pertumbuhan produksi harga lada tetap di bawah level 2015.
"Kami memandang daya saing penting agar Indonesia menjadi pemenuh kebutuhan lada dunia," terangnya.
Sementara, Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan mengatakan, untuk membangkitkan kejayaan lada ini banyak hal yang harus di lakukan, mulai dari menyediakan bibit unggul, cara penanaman yang baik hingga pengaturan ekspor harus dari Babel.
"Kalau bibitnya bagus saya yakin kita bisa menghasilkan produksi lada per hektarenya 2 hingga 3 ton seperti Vietnam. Kita juga minta kepada pemerintah untuk melarang ekspor lada dari daerah lain, selain dari Babel," ujarnya.
Erzaldi mengutarakan kondisi lada Babel yang mempunyai rasa pedas hingga 7% ini dimanfaatkan daerah untuk dicampur agar menambah kepedasan lada daerah lain.
"Ini tidak boleh dibiarkan, saya akan koordinasi dengan Polri agar setiap lada luar yang menggunakan label Bangka untuk ditindak," ungkapnya.
Ia menambahkan di hari lada tahun ini, ia mengajak 9 daerah penghasil lada di Indonesia untuk berkolaborasi sehingga mendapatkan perhatian khusus pemerintah pusat.
Di hari Pepper Day 2018 pihak kementerian Perdagangan menghadirkan pembicara Asisten Deputi Perkebunan dan Holtikultura Kemenko Bidang Perekonomian Willistra Danny, Evert-Jan Verschuren Vertegen spices dan suaces BV indonesia asia, Kepala Biro dan Pengawasan Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas Kementerian Perdagangan Retno rukmawati dan Ketua Dewan Rempah Nasional Gamal Nasir. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved