Buat Pot Lidah Api, Cara Unik Kampung KB Plamboyan

Cikwan Suwandi
22/11/2018 09:55
Buat Pot Lidah Api, Cara Unik Kampung KB Plamboyan
Aep Saepullah seorang juru tulis Desa Wanakerta, Telukjambe Barat, Karawang tengah membuat Pot Lidah Api yang menjadi nilai ekonomis di Kampung KB Plamboyan.(MI/CIKWAN SUWANDI)

BERBAGAI upaya dilakukan pengurus Pemerintahan Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, Jawa Barat, untuk mensosialisasikan misi pemerintah. Berbagai macam cara kreatif dilakukan untuk menambah daya tarik warga untuk berkumpul.

Salah satunya adalah dengan menambah kemampuan masyarakat dalam mengelola sampah, untuk menyampaikan sosialisasi program Keluarga Berencana (KB).

Di Sekretariat Kampung KB Plamboyan di Dusun 1, Kampung Jatimulya RT07/03. Aep Saepullah, 29, seorang jurutulis desa mulia woro-woro untuk mengumpulkan warga kumpul.

Aep datang membawa peralatan handuk bekas, ember, semen, sebilah potongan bambu, cutter pisau, gelas plastik bekas air mineral dan cat.  Aep mulai bersiap untuk membuat sebuah pot yang diberinya nama pot lidah api.

 

Baca juga: Masyarakat Diminta Mengkonsumsi Garam Beryodium 

 

Program pot lidah api ini sudah dibuatnya selama tiga bulan lebih di sela-sela sosialisasi program KB. 

"Kurang lebih kita sudah menggelar pelatihan dan pembinaan selama tiga bulan kepada warga. Intinya selain menjadi daya tarik warga mendengarkan sosialisasi program KB, juga untuk memberikan kemampuan warga dalam mengelola sampah yang bisa menjadi nilai ekonomi," kata Aep kepada Media Indonesia, Kamis (22/11).

Cara pembuatannya cukup mudah, lanjut Aep, bekas kain handuk dipotong segi empat dengan ukuran 20cmx20 cm. Kemudian, bekas handuk yang sudah dibasahi itu disimpan hingga menutupi gelas plastik bekas air mineral yang ujungnya diganjal sebilah bambu. 

Setelah itu, siapkan adukan semen yang sudah dicampur air. Menggunakan tangan semen itu kemudian dioleskan kepada handuk hingga merata. Terus diulang beberapa kali, hingga benar-benar semen yang dioleskan pada kain handuk terlihat bagus.

"Setelah itu kita keringkan. Setelah kering, kita oleskan lagi semennya. Hingga terlihat rata, sambil kita bentuk bahan kainnya. Kemudian keringkan," kata Aep.

Aep mengungkapkan pot lidah api buatan warga Kampung KB Plamboyan ini sudah terjual ratusan buah. Dan memang bisa menjadi tambahan ekonomi masyarakat.

"Kita jual tergantung pemesanan, harga jualnya dari Rp10.000-Rp40.000 persatu potnya. Dibanding ibu-ibu menganggur menunggu suaminya pulang kerja, jadi ada aktivitas baru untuk mereka," kata dia.

Disebut lidah api, karena bentuk pot yang dibuat dari kain bekas handuk itu memang bentuknya mirip api.

Selain pot lidah api, dirinya juga melakukan pembinaan berupa pembibitan untuk tanaman perkarangan rumah bagi warga.

"Keberhasilan program KB dan meningkatkan kreativitas warga di kampung kami ini sangat berhasil," pungkasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya