Masyarakat Diminta Mengkonsumsi Garam Beryodium

Supardji Rasban
22/11/2018 09:40
Masyarakat Diminta Mengkonsumsi Garam Beryodium
(ANTARA/SAIFUL BAHRI )

MASYARAKAT hendaknya tetap mengkonsumsi garam beryodium. Sebab, saat ini di pasaran masih beredar garam yang tidak mengandung yodium, sehingga perlu selektif dalam memilih garam.
     
Hal itu diutarakan Badan Perencanaan Penelitian Pengembangan Daerah (Baperlitbangda) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, R. Rela Rahayuningsih, saat menggelar sosialisai bahaya Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) di Aula Kecamatan Bumiayu, Rabu (21/11)
     
"Garam yang tidak beryodium masih ada yang beredar, sehingga masyarakat perlu tahu dan hanya mengkonsumsi garam yang ada yodiumnya," ujar Rela, pada sosialisasi yang diikuti oleh para Kepala Desa (Kades) di wilayah Brebes bagian selatan meliputi Kecamatan Bumiayu, Sirampog, Tonjong, Paguyangan, Bantarkawung dan Salem.
     
Rela bertutur GAKY merupakan masalah gizi yang sangat serius dan berdampak pada kelangsungan hidup serta kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang meliputi aspek kecerdasan, pekembangan dan ekonomi.
     
"Salah satu penyebab GAKY adalah rendahnya konsumsi garam yodium," ucap Rela.

Ahli gizi dari Puskusmas Kutamendala, Puput Niarni--pemateri pada sosialisasi tersebut--menyampaikan garam yodium merupakan garam yang telah ditambahkan zat yodium yang berguna untuk konsumsi manusia, ternak, pengasinan ikan dan tambahan untuk industri.
     
"Yodium sangat penting untuk pemeliharaan kelenjar tiroid, menjauhkan dari penyakit gondok, gangguan pendengaran, kretin, semangat rendah dan menghilangkan racun dalam tubuh," terangnya.

Puput memaparakan yodium juga membantu sistem metabolisme tubuh,menyuburkan rambut, kematangan reproduksi dan kekebalan tubuh. Secara normal setiap orang memerlukan asupan yodium sebesar 150 microgram.
     
"Jumlah asupan perlu ditambah atau menjadi 250 microgram untuk per hari untuk wanita hamil dan menyusui," jelas Puput.

 

Baca juga: BPJS Kesehatan Bikin Perusahaan Farmasi Terseok-Seok

 

Puput menambahkan kekurangan yodium juga dapat berdampak pada stunting atau kekerdilan tubuh. Stunting berkaitan dengan masalah pola asuh, pola makan dan air bersih.
     
"Ini harus menjadi perhatian bagi kita semua, karena ternyata di Brebes ini kasus stunting juga masih cukup tinggi," tegas Puput.

Putu berharap para Kades yang telah mengikuti sosilsiasai GAKY dapat mensosialisasikan kembali kepada masyarakat secara lebih luas. 

"Karena para Kades kan merupakan ujung tombak masyarakat paling depan," pungkasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya