Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BERDASARKAN data Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalsel) per tanggal 30 September 2018 lalu petani cabai di provinsi ini berhasil memanen sebanyak 710 ton cabai besar.
"Walaupun hasil panen ini belum mencukupi kebutuhan masyarakat Kalteng. Namun semangat para petani kami apresiasi. Di saat cuaca yang tidak menentu tidak menyurutkan semangat petani cabai di Kalimantan Tengah, kata Kepala Bagian Holtikultura Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Kalteng Dewi Erawati kepada wartawan, Rabu (21/11).
Luasan lahan cabai besar itu sendiri kata Dewi tersebarnya hampir di seluruh wilayah Kalteng dengan jumlah yang bervariasi.
"Yang terbesar seperti di Kabupaten Kotawaringin Barat seluas 80 hektare, Kotawaringin Timur seluas 71 hektare, Kapuas seluas 75 hektare," tutur dia.
Baca juga: Bagikan 25 Ton Bibit, Rangsang Warga Bertani
Sementara luas lahan di Kabupaten Barito Selatan sebesar 19 hektare, Barito Utara 8 hektare, Sukamara 23 hektare, Lamandau 5 hektare, dan Seruyan 1 hektare.
Di daerah lainya, Katingan 7 hektare, Pulang Pisau 38 hektare, Barito Timur 18 hektare, dan Murung Raya 10 hektare.
"Sedangkan untuk Kabupaten Gunung Mas tidak dilakukan budidaya," tutur Dewi.
Ia menjelaskan untuk jumlah panen cabai besar terbanyak di 2 Kabupaten Kotawaringin Barat 2.238 kuintal dan Kapuas 2.215 kuintal. Sementara panen di di Kotawaringin Timur mencapai 648 kuintal, Barito Selatan 387, Barito Utara 43, Sukamara 69, Lamandau 137, Seruyan 2, Katingan 44, Pulang Pisau 215, Barito Timur 64, Murung Raya 215, serta Palangkaraya 824 kuintal.
Ia berharap ke depan, jumlah ini menambah semangat para petani cabai untuk menambah luasan lahan sehingga bisa menghasilkan panen yang lebih besar lagi. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved