Menteri LHK Sebut Sampah di Perut Paus dari Darat

Dwi Apriyani
21/11/2018 13:50
Menteri LHK Sebut Sampah di Perut Paus dari Darat
(Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar -- MI/MOHAMAD IRFAN )

SAMPAH menjadi masalah yang harus segera dituntaskan. Bukan hanya membuat pandangan mata menjadi tidak enak, sampah juga merusak lingkungan dan ekosistem. 

Bahkan di Pulau Wakatobi, seekor paus mati terdampar dengan ditemukannya sekitar 6 kilogram sampah plastik dalam perutnya.

Menanggapi hal itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya mengatakan, berdasarkan laporan dari Balai Lingkungan Hidup di Pulau Wakatobi hal itu akan segera diteliti. 

"Saya minta agar terus diteliti dan hal ini akan diteliti oleh Akademi Perikanan dan Kelautan. Memang ada sekitar 6 kilogram sampah dalam perut paus itu. Itu cukup signifikan," ungkapnya.

Diakui Siti, penelitian temuan itu harus benar-benar dilakukan agar mengetahui apakah karena sampah ini yang menyebabkan matinya paus tersebut.

"Teorinya paus kan makan ubur-ubur. Karena sampah bening dikira ubur-ubur, sampah itu dimakan juga. Inilah yang harus diteliti," ungkapnya.

Ia menyebutkan, sampah di laut  itu asalnya dari darat, bahkan 80% dari darat. Jadi menurutnya yang disebut sampah laut bukan sampah di laut. Karena itu harus ada penanganan dari hulu dan hilir.

Baca juga: Dua Elang Dilepasliarkan di Hutan Sancang

Penanganan itu, kata dia, contohnya dilakukan mulai dari sungai. Seperti Palembang yang termasuk dari 26 kota di Indonesia yang menjadi prioritas kebersihan sampah sungai dan pantai. Hal itu karena Pemerintah Kota Palembang yang termasuk rajin dalam hal pemeliharaan lingkungan dan kebersihan sungai.

"Ini akan lebih diintensifkan lagi kebersihannya. Kita sudah teliti di 18 kota, saya sudah minta Dirjen untuk cek kondisi sungainya dan hasilnya tidak sedahsyat itu (banyak sampah). Tapi saya rasa kurang, perlu lebih banyak sungai lagi," kata Siti. 

Menurut Sit, pada 2025 nanti ia berharap masalah sampah di sungai dan di laut sudah bisa ditangani dengan baik. 

Memang sebetulnya sampah kita (di Indonesia) sekitar 9 juta ton jumlahnya dan harus ditangani," tandasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya