Hari Toleransi Sedunia, KBI Gelar Pelatihan Juru Bicara Pancasila di NTT

Micom
20/11/2018 17:25
Hari Toleransi Sedunia, KBI Gelar Pelatihan Juru Bicara Pancasila di NTT
(Ist)

NUSA Tenggara Timur, tepatnya Kupang, menjadi kota ke-19 terselenggaranya pelatihan Juru Bicara Pancasila. Pelatihan yang digelar di Hotel On The Rock dihadiri 40 peserta dengan beragam latar belakang dan berasal dari berbagai daerah di Kupang.

Acara yang telah diselenggarakan dari Jumat (16/11) hingga Senin (19/11) lalu dibuka tepat pukul 14.20 WIT.  Ningsih, panitia lokal dan aktivis Kompak Kupang-NTT, menyatakan bahwa pelatihan Juru Bicara Pancasila ini sangatlah penting.

Ia memberikan apresiasi kepada Komunitas Bela Indonesia (KBI) karena telah menggelar pelatihan yang bertepatan dengan Hari Toleransi Sedunia.

"Kita patut senang dengan adanya pelatihan Juru Bicara Pancasila, karena bertepatan dengan Hari Toleransi Dunia. Semoga kita bisa kembali merefleksikan tentang pentingnya toleransi yang harus terus dibangun, diterapkan, dan dijaga," tegasnya.

Sebelum menutup sambutannya, Ningsih memberikan tagline untuk pelatihan Juru blBicara Pancasila Kupang, 'Dari Kupang untuk Indonesia Damai, Kita Aktif tanpa Kekerasan'.

Muhammad Isnur, fasilitator pelatihan Juru Bicara Pancasila, menyampaikan hasil survei tentang Pancasila yang dirilis oleh lembaga survei Denny JA, tentang penurunan dukungan masyarakat kepada Pancasila.

"Dalam 13 tahun terakhir, dukungan terhadap Pancasila terus mengalami penurunan. Pada 2005, dukungan masyarakat pada Pancasila mencapai 85,2% dan pada 2018 sebesar 75,3% atau turun sebesar 10%," ujar Isnur dalam keterangannya, Selasa (20/11).

Dalam orientasi pelatihan Juru Bicara Pancasila tersebut, Isnur menjelaskan bila penurunan dukungan ini yang mendorong KBI untuk kembali 'memasarkan' Pancasila sebagai perekat keragaman masyarakat Indonesia.

Dihubungi secara terpisah, Anick HT, Koordinator KBI, menjelaskan bahwa pelatihan ini sudah didesain sedemikian rupa dengan satu buku rujukan utama yang berjudul Rumah Bersama Kita Bernama Indonesia, yang ditulis oleh Denny JA dan tim.

Menurut Anick HT, pelatihan ini didesain dengan kesiapan materi, baik materi isu maupun keterampilan, berupa slide power point maupun dalam bentuk serial video, yang bisa dimanfaatkan untuk mengadakan pelatihan sejenis di mana pun.

Hal menarik lainnya dalam pelatihan ini adalah materi-materi yang diberikan kepada peserta, di antaranya materi isu, pelatihan menulis, berdebat serta manajemen media sosial. Pelatihan ini dipersiapkan agar peserta mampu menguasai, baik isu maupun teknik untuk kampanye positif di media sosial.

Selain di Kupang, di waktu yang sama, pelatihan Juru Bicara Pancasila ini juga dilaksanakan di Yogyakarta. (RO/OL-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya