Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BANGSA kita sebenarnya tidak sedang baik-baik saja. Pancasila sebagai nilai dan ideologi bangsa belakangan ini semakin memudar. Menguatnya politisasi agama juga semakin membuktikan falsafah kebangsaan yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa sebelumnya mulai tergerus.
Komunitas Bela Indonesia (KBI) kemudian menjawab keprihatinan tersebut dengan aksi nyata berupa pelatihan Juru Bicara Pancasila di 25 provinsi. Para peserta yang lolos sebanyak 40 orang di setiap daerah mengikuti pelatihan intensif tentang menulis, berdebat, dan manajemen media sosial selama 4 hari.
Yogyakarta menjadi kota ke-18 pelatihan Juru Bicara Pancasila. Bekerja sama dengan Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Gesikan, pelatihan Juru Bicara Pancasila di Hotel Horaios telah selesai dilaksanakan dari 16 hingga 19 November lalu.
KBI sebagai penyelenggara telah lebih dulu membuat buku rujukan utama yang berjudul Rumah Bersama Kita Bernama Indonesia, yang ditulis oleh Denny JA dan tim. Pelatihan ini melibatkan berbagai elemen bangsa yang peduli pada penguatan keberagamaan dan kehidupan bangsa yang damai, agar turut terlibat dan berkontribusi aktif dalam proses kampanye positif, terutama di dunia maya.
"Pertarungan kita sekarang ini di media sosial. Di sana lah awal dan muaranya ujaran kebencian, hoaks, dan narasi negatif yang harus kita perangi bersama," ujar Milastri Muzakkar, fasilitator KBI dalam keterangannya di Yogyakarta, Selasa (20/11).
Sementara itu, sambutan hangat disampaikan oleh ketua panitia lokal dan juga pengurus Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan, Beny Susanto, Ia tidak menyangka atas sambutan masyarakat yang ingin bergabung dalam pelatihan Juru Bicara Pancasila, bahkan terdapat calon peserta yang mendaftar dari Kalimantan, Bali, dan Sumatra.
"Senang sekali kita bisa dilibatkan bersama KBI. Bagaimana pun Jogja pernah dijuluki kota toleran, sementara itu di sini juga tempat yang menjadi markas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)," ujarnya.
Pada hari terakhir pelatihan, Senin (19/11), para Juru Bicara Pancasila Yogyakarta menyatakan sikap mereka dengan membuat deklarasi sebagai berikut, pertama, siap menjaga Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kedua, siap menolak segala bentuk ujaran kebencian yang mengancam persatuan dan kesatuan Indonesia, dan ketiga, berbeda tidak harus sama karena kita Bhinneka Tunggal Ika, kita Pancasila, dan kita Cinta Indonesia. (RO/OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved