Perayaan Maulid di Kupang Meriah

Palce Amalo
20/11/2018 17:15
Perayaan Maulid di Kupang Meriah
(ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

PERAYAAN Maulid Nabi Muhammad SAW di Kupang, Nusa Tenggara Timur dikemas  berbeda.

Ratusan orang yang terdiri siswa Madrasah, MTs dan mejelis taklim se-Kota Kupang menggelar pawai menyongsong perayaan Maulid Nabi, Selasa (20/11).

Peserta pawai membawa buah-buahan dan bunga yang dihiasi kertas warna-warni, serta batang yang dirangkai berbentuk piramida sebagai simbol ungkapan syukur umat atas lahirnya Nabi Muhammad.

Mereka berjalan sambil menabuh rebana dan melantunkan ayat-ayat suci Alquran. Pawai dimulai dari Masjid Kampung Solor menuju Masjid Bonipoi yang berjarak sekitar dua kilometer, kemudian dilanjutkan ke Masjid Albaitul Qadim di Kelurahan Airmata sekitar satu kilometer. 

Albaitul Qadim merupakan masjid tertua yang dibangun sejak 1806-1812 yang sebagian besar pekerjanya berasal dari umat Kristen.

Pengarakan buah merupakan tradisi masyarakat setempat dan telah dijalankan selama bertahun-tahun, dan mendapat sambutan meriah dari warga.

Ketua Panitia Perayaan Maulid Nabi Masjid Albaitul Qadim, Abdullah Mustafa, menyebutkan kegiatan tersebut bertujuan membentuk umat muslim menjadi pribadi yang cinta kepada Allah, meningkatkan toleransi antarumat beragama dan melestarikan budaya. 

"Aklak dan kebajikannya menjadi spirit bagi kita umat muslim untuk melakukan revolusi mental," kata Abdullah Mustafa.

 

Baca juga: Maulid Nabi di Medan, Amin: Umat Jangan Bertengkar meski Beda Capres

 

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Laiskodat, yang hadir pada kegiatan tersebut berharap momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan kesempatan untuk membangkitkan spirit disiplin masyarakat. Menurutnya, disiplin harus dimulai dari rumah dan harus dibawa sampai lingkungan kerja.

Dia mencontohkan di agama Islam ada salat lima waktu, harus ditaati oleh umat. 

"Ini momen yang tepat bagi kita membangun spirit disiplin, jujur dalam setiap tugas dan tanggung jawab yang kita emban," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Viktor pawai tradisional Maulid Nabi dapat dikembangkan menjadi wisata religi seperti pawai kemenangan Paskah Umat Kristen. Namun, Dia minta kegiatan tersebut mesti dikemas lebih baik.

"Ke depan kegiatan ini harus dikoordinasi dengan baik, disiplin, bersih dan rapi," ujarnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya