Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK mengantisipasi lada asal Bangka Belitung (Babel) tidak dicampur dengan lada daerah lain, Pemerintah Provinsi Babel meminta eksor lada harus dari pelabuhan Pangkabalam Pangkalpinang.
Gubernur Provinsi Babel, Erzaldi Rosman Djohan, mengatakan, jika lada Babel yang dikenal dengan brand Muntok White Papper diekspor tidak langsung dari Babel, ada potensi lada Babel dicampur dengan lada dari daerah lain.
Selama ini, menurut Erzaldi, Eksor lada dari Babel justru melalui Jakarta dan Surabaya. Ia berharap hal tersebut jangan sampai terjadi lagi. Untuk itu pihaknya meminta ekspor lada ini harus dari Babel langsung.
"Ekspor lada di Babel tidak lagi di Jakarta dan Surabaya, tapi dari pelabuhan kita, agar sahang kita tidak dicampur orang," kata Erzaldi, dalam dialog mengembalikan kejayaan lada, di kebun lada lapas kelas II Pangkalpinang, Senin (19/11).
Baca juga: Bali Berhasil Bentuk 752 Kelompok Simantri
Lebih lanjut, Erzaldi menyampaikan Babel ini dikaruniai hasil perkebunan lada yang tingkat kepedasannya tidak dimiliki daerah lain yakni 7%.
"Kalau diekspor dari luar bangka akan dicampur dengan daerah lain. Lada Babel tingkat kepedasan 7% dan tidak bisa ditiru," tegasnya.
Ke depan, menurutnya jika masih ada yang menjual lada Babel dengan brand Muntok White Papper namun bukan dari Babel, hal itu akan dilaporkan pihaknya.
"Kami lapor ke polisi, kalau ada yang jual lada bilang lada Babel, tapi ternyata bukan," tegas Erzaldi.
Erzaldi menambahkan para petani jangan selalu mengeluh dengan harga yang murah.
"Sekarang saya mau tanya ke petani mau pilih lada per kilogramnya mahal, tapi produksi per hektare 400 kg atau harga Rp50 ribu tapi hasil
perhektarnya 2 ton?" tanya erzaldi.
"Sekarang ini kita akan berusaha mencari bibit yang bagus agar hasilnya setiap hektare bisa 2 ton seperti di Vietnam," ungkap dia. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved