Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRASTYONO tekun mengecek kadar rendaman tanaman kayu putih hasil pengembangan yang dilakukan Badan Litbang dan Inovasi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Purwobinangun, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ia meneliti dan mengembangkan pembenihan tanaman kayu putih asli Indonesia itu sejak 1995. Kini, benih tanaman kayu putih itu sudah dimanfaatkan oleh industri. Menurutnya, kebutuhan minyak kayu putih di Indonesia sekitar 4.500 ton. Namun, saat ini pasokan yang ada masih kurang antara 2.500 hingga 3.000 ton. "Untuk memenuhi kebutuhan, selama ini pengusaha mengimpor minyak eukaliptus dari Tiongkok untuk mengembangkan minyak kayu putih. Setahunnya bisa mencapai US$60 juta. Padahal, tanaman minyak kayu putih asli Indonesia," ujar Prastyono, Jumat (16/11).
Untuk bisa memenuhi kebutuhan minyak kayu putih dalam negeri ini, Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan, mengembangkan benih unggul. Bibit unggul itu diperoleh dengan sistem seleksi dengan melihat kandungan 1,8 chineole (eukaliptol) pada kayu putih. "Yang menjadi pembeda benih tanaman kayu putih adalah rendamannya. Kalau produk lain, rendaman tanaman kayu putih hanya 1,3%, sedangkan hasil penelitian kami rendaman mencapai 2%. Kandungan 1,8 chineole di atas 60%," tambahnya.
Uji tanam dilakukan di Gunungkidul dengan luas lahan 0,8 hektare (ha). Untuk 1 kg tanaman kayu putih bisa menghasilkan 6 juta benih tanaman.
Keberhasilan Litbang dalam mengembangkan tanaman kayu putih itu, akhirnya diserap industri. PT Sanggar Agro Karya Persada, salah satu perusahaan yang memakai bibit kayu putih hasil pengembangan Puslitbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan di Bima, Nusa Tenggara Barat, seluas 4.000 ha dilengkapi dengan pabrik penyulingannya. Industri itu diproyeksikan akan menghasilkan 760 ton minyak setiap tahun. "Apalagi sekarang harga minyak kayu putih cukup bagus sekitar Rp240 ribu per kg," terangnya.
Puslitbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan juga mengembangkan benih tanaman kayu putih itu di perkebunan rakyat Biak Numfor, Bima, Pacitan, Riau, Lampung, dan Tasikmalaya.
Untuk di Biak, lahan seluas 5 ha digarap tujuh kepala keluarga. Untuk 1 ha bisa menghasilkan Rp20 juta. Selain benih, dikembangkan juga minyak kayu putih sebagai produk turunan.
Lembaga Litbang itu sejak 2017 menjadi pusat unggulan iptek dan mendapat pendampingan dari Kemenristek-Dikti selama tiga tahun. Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kemenristek-Dikti, Kemal Prihatman, saat meninjau balai Litbang tersebut menilai inovasi yang digarap telah diserap industri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved