Daerah Memaksimalkan Siaga Bencana

Ruta Sunarya ruta
19/11/2018 05:00
Daerah Memaksimalkan Siaga Bencana
(ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

MEMASUKI musim hujan, sejumlah daerah meningkatkan kewaspadaan tinggi terhadap bencana hidrologi. Seperti dilakukan Pemerintah Kota Denpasar, Bali, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah, untuk siaga menghadapi musim hujan dan cuaca ekstrem.

Berbagai upaya dilakukan untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan, mulai menjaga kebersihan sungai, irigasi, gorong-gorong, drainase, dan siaga petugas selama 24 jam.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar, IB Joni Ariwibawa, mengatakan salah satu upaya yang dilakukan dan dimaksimalkan ialah Denpasar Mantap Penanggulangan Bencana (Damapancana) yang terkoneksi dengan Denpasar Mantap Kesehatan Masyarakat (Damakesmas).

"Kami mempunyai empat posko yang siap siaga untuk melayani kegawatdaruratan di Kota Denpasar selama 24 jam," ujarnya, kemarin.

Ada 35 personel yang siaga pada malam hari dan 30 personel pada siang hari untuk mengatasi keadaan gawat darurat.

Hal serupa juga dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas 1 Pangkalpinang. Staf Analisa dan Prakirawan BMKG Kelas 1 Pangkalpinang, Kurniaji, mengatakan di wilayah Bangka Belitung terjadi potensi banjir, longsor, angin puting beliung, dan petir.

"Setiap hujan beberapa wilayah selalu terjadi bencana banjir dan longsor, juga terjadi petir," kata Kurniaji.

Sementara itu, Stasiun Klimatologi Kelas II Lasiana Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). melaporkan hasil prakiraan awal musim hujan di daerah itu periode 2018/2019 menyebutkan terjadinya anomali cuaca yang menyebabkan awal hujan mundur.

Daerah yang mengalami kemunduran awal musim hujan, antara lain Manggarai Barat bagian barat, bagian utara, dan bagian tenggara, Manggarai Timur, Ngada bagian utara. Kemudian, Manggarai dan Manggarai bagian selatan, dan Nagekeo bagian selatan.

Perbaikan longsor

Masih terkait dengan bencana, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) wilayah perbatasan Jawa Tengah-Jawa Barat hingga Wangon, Banyumas, mempercepat perbaikan dua titik jalan longsor di wilayah setempat. Meski tidak terlalu panjang, upaya tersebut harus dilaksanakan supaya tidak semakin parah longsornya.

Pejabat Pembuat Komitmen PJN wilayah perbatasan Jateng-Jabar hingga Wangon, Setiawan Wibowo, mengatakan hujan deras yang terjadi berdampak pada longsornya bahu jalan di wilayah Cilacap. "Kami sudah mulai memasok material untuk perbaikan dua titik jalan yang longsor tersebut. Diharapkan secepatnya rampung. Apalagi, jalan setempat merupakan jalur vital penghubung antara Bandung-Yogyakarta," ujarnya, kemarin.

Sementara itu, di Brebes, Jawa Tengah, angin puting beliung menerjang Pedukuhan Semangkung, Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, pada Sabtu (17/11). Akibatnya, 16 rumah warga termasuk satu gedung olahraga rusak.

"Iya betul ada 16 rumah rusak berat dan ringan termasuk gedung olahraga," ujar Camat Sirampog, Wigiyanto.

Seusai angin puting beliung, ada sebagian warga langsung membe-tulkan rumahnya yang mengalami rusak ringan.

Wigiyanto menyebut ke-16 bangunan yang rusak tersebut tersebar di tiga RT di RW 003 Dukuh Semangkung. "Kami belum menghitung berapa kerugian keseluruhannya," terangnya. (LD/PO/JI/RF/N-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya