Akses Jalan telah Terbuka, 332 Kepala Keluarga masih di Tenda Pengungsian

Kristiadi
18/11/2018 14:30
Akses Jalan telah Terbuka, 332 Kepala Keluarga masih di Tenda Pengungsian
Warga melintas di jembatan darurat Kampung Cikuya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (14/11).(ANTARA/ADENG BUSTOMI)

PASCABANJIR bandang dan tanah longsor yang telah terjadi beberapa minggu lalu, hingga kini masih adanya 332 pengungsi berada di empat Kampung seperti Cikondang, Jajaway, Situjaya dan Cikupa, Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. 

Akses jalan telah kembali terbuka setelah tanah longsor menutup badan jalan usai kejadian tersebut menyebabkan 6 orang meninggal dunia tersebut. 

"Untuk sekarang ini akses jalan menuju lokasi perkampungan telah kembali dilalui kendaraan setelah sebelumnya terisolasi karena longsor menutup badan jalan. Langkah yang dilakukan sampai sekarang ini sudah kembali dilalui kendaraan meskipun 332 KK masih tetap bertahan dipengungsian," kata Kepala Bidang Diseminasi Informasi dan Statistik Kominfo Kabupaten Tasikmalaya, Anes Naseh, Minggu (18/11).

 

Baca juga: Puting Beliung Terjang Brebes, Belasan Rumah Rusak

 

Anes mengatakan bencana tanah longsor dan banjir bandang yang terjadi selama itu telah ditanggulangi pemerintah setempat dengan menyediakan tenda pengungsian, dapur umum, Posko PMI, Puskesmas supaya mereka tidak terserang wabah penyakit seperti diare dan gatal-gatal. 

Hingga saat ini, petugas dari tim gabungan telah melakukan pembersihan jalan dan kondisi telah pulih 95%. Selanjutnya pengungsi direncanakan ke rumah mereka masing-masing setelah semua proses dilakukan petugas gabungan selesai.

"Untuk sekarang aktivitas masyarakat berada di Kecamatan Culamega sudah mulai kembali normal dan masyarakat juga telah beraktifitas seperti bisa. Pekerjaan bangunan jembatan yang roboh di Kecamatan Cipatujah kondisi saat ini masih dalam pekerjaan dan baru 40%. (Pembangunan) menggunakan Jembatan Bailey dan alat crane juga sejak kemarin sudah tiba," ujarnya.
 
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Ria Supiana, mengatakan kebutuhan sembako dan juga makanan bagi pengungsi masih mencukupi. 

Namun ia mengingatkan bawah hujan deras masih terus terjadi sekarang ini. Masyarakat harus tetap waspada, terutama pembangunan rumah di atas dan bawah tebing yang bisa berdampak kepada tanah longsor, hingga angin puting beliung.

"Kami berharap agar masyarakat yang selama ini telah mendirikan rumah di zona berbahaya agar tetap waspada termasuk lokasi berada di Kecamatan Sukaresik dan Kecamatan Salawu," ungkapnya. 

Di setiap kecamatan selama ini masih banyak rawan banjir, longsor dan pergerakan tanah. Daerah rawan tersebut tersebar di 351 desa di 39 Kecamatan.

"Baru kali ini bencana banjir bandang dan tanah longsor berada di tiga Kecamatan mulai dari Karangnunggal, Culamega, Cipatujah," paparnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya