Atan Bintang Tiga Hari Terperangkap di Ruko

(Rudi Kurniawansyah/N-2)
18/11/2018 02:10
Atan Bintang Tiga Hari Terperangkap di Ruko
(MI/Rudi Kurniawansyah)

 SEJUMLAH petugas dari Tim Rescue Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau lega saat bisa mengevakuasi harimau sumatra yang tiba-tiba masuk ke kawasan Pasar Pulau Burung di Indragiri Hilir, Riau.

Harimau jantan yang diperkirakan berusia tiga tahun itu terjebak di Pasar Pulau Burung sejak Rabu (14/11). Kehadiran raja rimba itu mengejutkan warga setempat. Satu-satunya cara ialah dengan membiusnya agar bisa dievakuasi. Pembiusan tahap pertama tidak berhasil. Barulah pembiusan tahap kedua berhasil karena 'si datuk' ini terjebak di kolong-kolong gedung rumah toko di kawasan Pasar Pulau Burung.

"Pembiusan kedua dilakukan sekitar pukul 01.48 WIB, kemarin. Setelah sang harimau tertidur, tim segera membuka sebagian tembok fondasi ruko untuk melakukan evakuasi," kata Kepala BKSDA Riau, Suharyono, Sabtu (17/11).

Tidak mudah mengevakuasi harimau jantan itu sebab bobotnya diperkirakan mencapai 80 kg. "Petugas sampai kewalahan saat mengeluarkan harimau itu," lanjutnya.

Dari hasil pemeriksaan dokter, pada kaki kiri depan ditemukan luka yang diduga bekas jeratan. Gigi taringnya juga retak, diduga akibat menggigit jerat. "Di kaki belakang kanan juga terdapat luka, yang langsung mendapat pengobatan dari tiga dokter hewan di tim tersebut," jelasnya.

Harimau yang diberi nama Atan Bintang itu kemudian dievakuasi dengan speedboat dari Pasar Pulau Burung ke Tembilahan.

Kemudian dari Tembilahan, Atan Bintang akan dibawa menggunakan jalur darat ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra (PRHS) Yayasan Arsari Djojohadikusumo di Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat. Perjalanan dari Tembilahan ke lokasi rehabilitasi Dharmasraya diperkirakan memakan waktu sekitar 12 jam. Di tempat rehabilitasi itu, tim dokter akan melakukan pengobatan, pemulihan, observasi, dan rehabilitasi sebelum dilepasliarkan. Tim dokter juga akan mempelajari pola tingkah laku Atan Bintang.

Atan Bintang akan tinggal di PRHS Dharmasraya menyusul Bonita, harimau betina berusia empat tahun yang masuk ke sana awal tahun ini. Bonita sempat menjadi perhatian publik karena masuk ke permukiman dan perkebunan serta menerkam tiga warga hingga tewas.

Hingga kini belum diketahui penyebab Atan Bintang bisa terjebak di tengah pasar. Suharyono menduga harimau tersebut berasal dari kawasan semak belukar seluas 4 hektare tidak jauh dari pasar itu. Selama ini semak belukar tersebut dikenal sebagai salah satu tempat persembunyian harimau.

Suharyono pun mengucapkan terima kasih atas upaya yang dilakukan seluruh tim dan kerja sama seluruh pihak. Terutama BPBD setempat, TNI, Polri, Yayasan Arsari, aparat kecamatan, kepala desa, dan warga yang luar biasa kondusif selama berlangsungnya evakuasi.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya