Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DENGAN turun-temurun membatik, para perajin di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, jarang dilirik bank. Baru setelah Bank Wakaf Mikro hadir di Pondok Pesantren Al Munawir, Krapyak, mereka bisa memanfaatkan dana dari bank.
"Para pembatik bisa mengambil kredit secara berkelompok atau kluster. Mereka akan dilayani Bank Wakaf Mikro Almuna Berkah Mandiri, di Pondok Pesantren Al Munawwir, yang sudah beroperasi beberapa bulan lalu," ungkap Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Wimboh Santosa, Sabtu (17/11).
Para pembatik dijamin tidak akan tercekik bunga, seperti saat mereka harus meminjam dana dari rentenir. "Untuk tahap awal, mereka mendapat pinjaman Rp1 juta dengan nilai bagi hasil (nisbah) 3% per tahun. Ini merupakan nisbah terendah di dunia," lanjut Wimboh.
Jika lancar, para pembatik bisa mendapat bantuan pembiayaan tanpa agunan maksimal sebesar Rp3 juta. Pada peluncuran program kluster pembatik, sebanyak 40 perajin menjadi penerima manfaat.
Di belakang mereka, sekitar 600 pembatik di Bantul juga akan mendapat kesempatan serupa. "Saat ini sedang dalam proses identifikasi," jelas Wimboh.
Selain suntikan dana, Bank Wakaf Mikro juga melakukan pembinaan untuk para pembatik. Wimboh menjanjikan bantuan dalam soal pengepakan dan pemasaran. "Kemungkinan bekerja sama dengan badan usaha milik desa atau pemasaran secara online," tandasnya.
Bank Wakaf Mikro merupakan bank bentukan OJK dan Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Syariah Mandiri. Tujuannya menjangkau masyarakat di pesantren-pesantren.
Sampai sekarang sudah 35 bank wakaf mikro yang didirikan di seluruh Indonesia. Bank Wakaf Mikro Almuna Berkah Mandiri disukai warga. Terbukti dalam hitungan bulan, sudah 477 nasabah bergabung, dengan pembiayaan yang dikucurkan mencapai Rp553 juta. Tidak hanya bank wakaf, OJK ternyata juga memfasilitasi berdirinya badan usaha milik desa. Pada hari yang sama, Wimboh meresmikan beroperasinya BUMDesa Center Maju Sejahtera di Desa Wonorejo, Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Ini merupakan BUMDesa ketiga yang difasilitasi OJK setelah sebelumnya di Bondowoso dan Kabupaten Malang, Jawa Timur. "Pendirian BUMDesa untuk memotivasi agar desa bisa berkembang dengan potensi yang mereka miliki," ujar Wimboh.
Wonorejo merupakan desa penghasil batik. Wimboh pun mendorong BUMDesa Maju Sejahtera menampung produksi para pembatik dan memasarkannya secara digital lewat internet.
"Dengan cara itu, seluruh produk desa bisa dipasarkan tanpa melalui penampung, tengkulak, atau broker sehingga perajin mendapat harga yang bagus," tandas Wimboh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved