Tol Pandaan-Malang Siap Beroperasi Januari 2019

Bagus Suryo
17/11/2018 17:35
Tol Pandaan-Malang Siap Beroperasi Januari 2019
(MI/ABDUS SYUKUR)

RUAS Jalan Tol Pandaan-Malang sepanjang 30,63 kilometer sudah siap beroperasi mulai Januari 2019, sehingga dapat memperlancar transportasi baik masyarakat maupun industri.

"Awal tahun depan sudah siap dioperasionalkan, tapi untuk bisa digunakan biasanya menunggu peresmian," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Provinsi Jawa Timur Gatot Sulistiyo Hadi ketika dimintai konfirmasi di Surabaya, Sabtu (17/11).

Jalan tol yang menjadi bagian dari proyek Jalan Tol Trans Jawa tersebut pengerjaannya dibagi menjadi lima seksi yakni Seksi 1 adalah
Pandaan-Purwodadi sepanjang 15,47 kilometer, lalu Seksi 2 menghubungkan Purwodadi-Lawang sepanjang 8,05 km, dan Seksi 3 dari Lawang menuju Singosari sepanjang 7,1 km.

Berikutnya adalah Seksi 4 dari Singosari ke Pakis sepanjang 4,75 km dan terakhir adalah Seksi 5 yang menghubungkan Pakis-Malang
sepanjang 3,11 km.  

"Sesuai jadwal, Seksi 4 diperkirakan siap dioperasionalkan pada Februari 2019, kemudian Seksi 5 pada Juni 2019," ucapnya.

Selain itu, tol ini akan memiliki lima pintu keluar, masing-masing Pandaan sekitar Purwodadi, kemudian Lawang, Singosari sekitar Karanglo, Pakis arah menuju Bandara Abdurahman Saleh, dan Malang sekitar Sawojajar.      

Sementara itu, jalan tol ini terhubung dari Gempol-Pandaan hingga Gempol-Surabaya sehingga akses dari Surabaya ke Malang diperkirakan memakan waktu hanya sekitar satu jam dari yang biasanya melewati jalan umum menghabiskan waktu hingga dua jam.

Jalan tol yang memiliki masa konsesi 35 tahun dengan nilai investasi mencapai Rp5,9 triliun tersebut juga diharapkan mampu memperlancar arus transportasi wisata karena Malang dan Kota Batu memiliki banyak destinasi yang kerap dikunjungi, terutama setiap akhir pekan.

Terkait lampu penerangan, ia memastikan semuanya sudah tersedia dan lengkap, termasuk rambu atau tanda di sejumlah titik hingga pintu keluar tol, kemudian di ruas tol tersebut tersedia empat tempat istiahat (rest area) yakni di Km 8 dan Km 27 di masing-masing sisi.

"Kami harap pengendara mematuhi rambu lalu lintas yang sudah dipasang, kemudian imbauan kami jangan menyetir saat mengantuk karena lebih baik istirahat sejenak, daripada terjadi hal tak diinginkan," katanya. (Ant/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya