LAM Riau Deklarasi Pemilu 2019 Damai

Micom
16/11/2018 11:30
LAM Riau Deklarasi Pemilu 2019 Damai
(Ist)

LEMBAGA Adat Melayu (LAM) Riau menggelar deklarasi Pemilihan Umum 2019 Damai di Provinsi Riau, Kamis (15/11). Deklarasi dihadiri oleh Pusat Ilmu Jaringan Rakyat (Pijar) Melayu, Polda Riau, Badan Pengawas Pemilu Riau, Komisi Pemilihan Umum Kota Pekanbaru, serta para tokoh muda Melayu Riau.

Direktur Eksekutif Pijar Melayu Riau, Rocky Ramadhani, menyatakan, bahwa deklarasi damai Pemilu serentak 2019 anak kemenakan Melayu Riau ini, menekankan pada pendekatan kultural yang selama ini dianggap lebih tepat sebagai upaya untuk menciptakan pemilu cerdas bagi masyarakat yang ada di daerah.

Pendekatan kultural diharapkan mampu menjadi perekat di tengah masyarakat Riau yang heterogen. Tidak hanya suku yang beragam mendiami bumi lancang kuning ini, termasuk latar belakang agamanya.Oleh sebab itu, Pijar Melayu sebagai anak kemenakan Riau akan tetap mengawal Pemilu 2019 yang damai. Sehingga harapan demokrasi tetap berjalan, tanpa terjadi pertikaian apalagi yang sampai menimbulkan korban.

Selama ini pelaksanaan Pemilu sering diwarnai dengan sejumlah pelanggaran. Menurut Rocky, ini terjadi lebih dikarenakan pada aspek pendekatan, yang hanya dilakukan pada aspek hukum. Meskipun benar sudah ada saksi yang diberikan terhadap pelaku pelanggran, sanksi itu belum menyentuh akar persoalan.

"Poin utama yang kita inginkan, bagaimana menyatukan persepsi dalam mewujudkan Pemilu damai. Kita berkewajiban mensukseskan dan menjaga situasi kondusif," ujar Rocky dalam sambutannya di Hotel Alfa Pekanbaru, Kamis.

Pelaksanaan Pemilu Damai ini ditandai dengan penandatanganan bersama yang dibubuhkan di atas baliho. Deklarasi damai ini mendapat apresiasi dari seluruh undangan yang hadir, mulai dari mahasiswa dan organisasi masyarakat lainnya.

Pada kegiatan deklarasi tersebut, ada empat poin kesepakatan yang dibuat dalam usaha menciptakan Pemilu damai di 2019. Pertama, mewujudkan Pemilu yang cerdas dan berkualitas, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

Kedua, menolak segala bentuk berita bohong atau hoax yang dapat mecah belah kesatuan bangsa Indonesia. Ketiga, anti ujaran kebencian, politik identitas atau SARA. Keempat, mendukung kebijakan pemerintah dalam menciptakan Pemilu serentak 2019 yang aman, damai, dan sejuk.

Hadir pada kesempatan ini, sejumlah perwakilan institusi baik dari LAM Riau yang diwakili Datuk Jonnaidi Dasa, Polda diwakili AKBP Selamet Heri Basuki selaku Biro Operasi, Bawaslu Riau diwakili Amiruddin Senjaya selaku Koordinator Divisi Hukum, KPU Kota Pekanbaru diwakili Dedi Iswanto selaku Komisioner Divisi Partisipasi Masyarajat dan Pendidikan Pemilih,  Serta tokoh muda Melayu Riau yang diwakili Asynin.

Sementara itu, perwakilan LAM Riau, Jonnaidi Dasa, menambahkan, komitmen seluruh pihak menjadi pijakan awal untuk mewujudkan Pemilu damai di Riau. Kemudian didukung dengan ketegasan KPU dan Bawaslu sebagai wasit yang menengahi perhelatan akbar Pemilu 2019 ini.

Menurut Jonnaidi, persoalan heterogen kultur suku dan agama yang ada di Riau harus dimaknai bahwa heterogen dalam bentuk suku, tapi melebur dalam bentuk kaum. Jika ini dimaknai dengan benar, maka tujuan menciptakan Pemilu damai akan terwujud.

"Pantun ketuku batang ketakal, ketiga keladi muyang. Sesuku kita seasal, senenek kita semoyang," tutup Jonnaidi. (RO/OL-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya