Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita meresmikan Sarana Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Lokasi Komunitas Adat Terpencil Bolokng Dusun Belangiran, Desa Kumpang Tengah, Kec. Sebangki, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat. Sarana itu berupa unit bangunan rumah yang dibantu dengan program tanggung jawab sosial korporasi (CSR).
Ia menuturkan melalui upaya pembangunan sarana dan prasarana bagi warga KAT, diharapkan akses terhadap pelayanan sosial bagi KAT semakin terbuka. Menurutnya pengumpulan donasi lewat program CSR ialah konstribusi dunia usaha dan masyarakat dalam menyukseskan program pemerintah khususnya dalam pemberdayaan KAT.
"Saya juga mengajak juga perusahaan-perusahaan lainnya untuk menggunakan dana CSR perusahaan untuk pembangunan kesejahteraan sosial," katanya melalui siaran pers, pada Kamis (15/11).
Pemberdayaan KAT, lanjutnya, merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 186 Tahun 2014 tentang Pemberdayaan Sosial terhadap KAT. Dalam pasal 9 disebutkan pemberdayaan dilaksanakan dalam bidang permukiman, administrasi kependudukan, kehidupan beragama, kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, penyediaan akses kesempatan kerja, penyediaan akses lahan, advokasi dan bantuan hukum, pelayanan sosial dan/atau lingkungan hidup.
Fokus Kementerian Sosial dalam pemberdayaan KAT, terang Mensos, mendorong terbukanya akses pelayanan sosial dasar di lokasi dengan tetap berpegang pada prinsip utama pemberdayaan yaitu menempatkan warga KAT sebagai subjek pemberdayaan.
Kebijakan pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil diarahkan pada peningkatan jangkauan dan kualitas pemberdayaan sosial KAT, penguatan SDM, sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan.
"Kementerian Sosial juga mendorong peran pemerintah daerah, masyarakat dan dunia usaha untuk turut mendukung upaya pemberdayaan KAT," tambahnya.
Lokasi Bolokng Dusun Belangiran mendapatkan program Pemberdayaan KAT pada 2016 berupa pembangunan rumah sederhana (permukiman sosial) sebanyak 40 unit. Pada 2017, telah diberdayakan sebanyak 40 KK. Saat ini di Lokasi KAT Bolokng telah tersedia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), posyandu, dan kunjungan kesehatan rutin setiap bulan.
Anak-anak bersekolah di SD, SMP, dan SMA di sana, imbhnya, harus menempuh jarak antara 2 hingga 6 km. Adapun mayoritas warga bekerja sebagai petani, pembuat gula aren, dan karyawan lepas perkebunan sawit. Karena itu, warga juga mendapatkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) untuk pengembangan usaha batako dan ternak ayam. Sebagian warga juga sudah menerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH).
"Mereka sudah memiliki KTP dan Kartu Keluarga. Dengan tercatatnya data mereka di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil maka membuka akses mereka terhadap program perlindungan sosial seperti PKH dan rastra, serta bantuan subsidi lainya," katanya. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved