Infrastruktur di Daerah Terancam Banjir

Widjajadi
16/11/2018 03:15
Infrastruktur di Daerah Terancam Banjir
(MI/Dwi)

BERTAMBAHNYA debit air dan diikuti arus yang kencang akibat hujan deras menghancurkan infrastruktur publik dan pribadi di beberapa daerah. Bencana hidrometeorologi ini semakin hari dirasakan semakin bertambah seiring dengan masuknya musim penghujan.   

Beberapa infrastruktur terdampak yang dihimpun wartawan Media Indonesia di beberapa daerah, misal nya proyek jembatan Desa Jatingarang yang menghubungkan wilayah Watukelir, Sukoharjo, ke wilayah Cawas, Klaten, mengalami kerusakan parah akibat diterjang arus sungai yang kencang saat hujan deras pada Rabu (14/11) sore.

“Warga Sukoharjo yang hendak ke Cawas dan sebaliknya harus memutar jalur,” ujar Kapolsek Weru, AKP Muhammad Busro. Rangka jembatan di Dukuh Gaden, Desa Jatingarang, Kecamatan Weru, Sukoharjo itu ambrol dan hanyut terbawa arus sungai. Sejumlah warga sudah bergotong royong untuk membersihkan puing-puing rangka jembatan.

Sementara itu, warga Dukuh Gaden­, Sunarto, mengatakan tidak menyangka air sungai yang meluap setelah digelontor hujan deras itu bisa menghempaskan rangka jembatan dengan panjang 10 meter dan lebar 4,5 meter itu.

Guyuran air hujan yang deras pada akhirnya juga menyebabkan tanah longsor di dua lokasi dan menutup jalan nasional yang menghubungkan Kota Sungaipenuh (Jambi)-Tapan (Sumbar). Akibat tertimbun tanah longsor di dua lokasi, yakni di KM 21 dan KM 35 akses kendaraan roda empat di ruas jalan nasional tersebut tidak bisa dilalui.

Bencana tersebut membuat pasokan bahan bakar minyak untuk sejumlah SPBU di Kota Sungaipenuh dan Kabupaten Kerinci, kemarin terputus. Timbunan tanah longsor yang bercampur bebatuan dan batang pohon itu, kemarin, masih dibersihkan.

Hujan deras juga mengakibatkan dua blok tahanan di LP Kelas II A Jambi kebanjiran. Sejumlah petugas, kemarin, memindahkan puluhan narapidana dari blok yang terendam banjir sepinggang orang dewasa itu.

Hujan juga menyebabkan tanah longsor dan pohon tumbang yang kian meluas di Bali. Bahkan, kemarin terjadi tebing longsor di tempat berbeda di dua kabupaten, yakni Karangasem dan Klungkung. “Kejadiannya dini hari saat hujan deras, tebing berketinggian 6 meter longsor dan menimpa rumah Ketut Sudira,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa.

Tingkatkan Kewaspadaan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah di Kota/Kabupaten Tasikma­laya, Ciamis, Garut, Banjar, dan ­Pa­ngandaran kemarin menyatakan siaga hujan deras yang dapat menimbulkan banjir bandang dan longsor sampai menimbulkan pergerakan tanah.

“Hujan deras yang terjadi sekarang ini merata di Jawa Barat termasuknya wilayah Priangan Timur. Intensitasnya yang tinggi telah menyebabkan bencana, seperti banjir bandang, longsor, pergerakan tanah, dan angin puting beliung. Masyarakat harus tetap siaga karena hujan turun sampai Mei 2019,” kata Kepala BPBD, Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Khodir Kamis (15/11).

Peringatan yang sama juga disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Pesisir Selatan, Herman Budiarto. “Kondisi saat ini harus disikapi dengan kesiagaan. Di Pessel setidaknya ada enam DAS yang butuh penanganan serius.” (Tim Media/N-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya