Polda Mulai Selidiki Kasus Pemerkosaan Agni

(AU/N-1)
16/11/2018 00:15
Polda Mulai Selidiki Kasus Pemerkosaan Agni
(Thinkstock)

KEPOLISIAN Daerah Istimewa Yogyakarta akhirnya turun tangan dengan mendatangi Universitas Gadjah Mada untuk memperoleh data yang lebih konkret terkait kasus dugaan pemerkosaan terhadap Agni, mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, oleh temannya sendiri saat sama-sama menjalankan kuliah kerja nyata (KKN) di Seram, Maluku, tahun lalu.

Pelakunya diduga mahasiswa dari fakultas lain yang saat ini terkena sanksi penundaan wisuda. Kapolda DIY, Brigjen Ahmad Dofiri, kemarin, mengatakan langkah awal yang dilakukan polisi ialah mencari kebenaran adanya peristiwa tersebut, baik itu melalui penyelidikan yang dilakukan polisi maupun meminta keterangan dari hasil kerja tim investigasi bentukan UGM.

Namun, kapolda masih belum bersedia menyebutkan hasil awal pertemuan antara polisi dan UGM tersebut. Ahmad mengemukakan yang juga penting ialah melindungi penyintas agar tidak menjadi korban rangkaian kejadian ini. Menurut kapolda, sejauh ini yang diketahui, sumbernya masih belum jelas.

Karena itu, polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui kebenaran ada atau tidaknya peristiwa itu. “Meski UGM sudah ada tim investigasi, namun juga kemudian kerja sama dengan polisi untuk mengetahui yang sebenarnya terjadi,” ujar kapolda.

Untuk diketahui, pada penanganan kasus dugaan pemerkosaan ini, sikap rektorat UGM lebih memilih bukan ke ranah hukum. Untuk itu, kapolda menambahkan, polisi khususnya Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY dan Polda Maluku sudah berkomunikasi untuk membahas hal ini. “Karena locus delicti-nya ada di Maluku. Jadi antar-Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY dan Maluku sudah berkomunikasi,” tegasnya.

Menurut Ahmad, yang pertama ialah untuk memastikan kejadian itu ada atau tidak. “Kami berusaha membantu korban dan juga membantu UGM,” katanya.

Apakah polisi bergerak meski tidak ada laporan? Kapolda menjelaskan karena beritanya berkembang di mana-mana maka polisi kemudian proaktif untuk melangkah. “Dengan UGM sudah berkoordinasi,” tegasnya.

Meski diakui kejadiannya sudah lama, yakni 2017, kapolda optimistis polisi tidak akan kesulitan untuk mengungkap kejadian itu. Saksi masih cukup banyak yang dapat ­dimintai keterangannya.  Hanya saja, tambahnya, polisi berhati-hati agar korban tetap terjaga kehormatannya, dan jangan sampai justru menjadi korban lagi karena ­diberitakan seperti yang sekarang ini.

“Jangan kemudian mem-buli.” Ahmad meyakinkan bahwa penyelidikan yang dilakukan polisi akan sangat komprehensif. (AU/N-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya