Embung Serbaguna Pea Parsinagaan Tuntas, Warga Tidak perlu Beli Air Lagi

Andhika Prasetyo
15/11/2018 10:18
Embung Serbaguna Pea Parsinagaan Tuntas, Warga Tidak perlu Beli Air Lagi
Kabag Humas Kementerian PU-Pera, Krisno Yuwono (tiga dari kanan), Kepala Satuan Kerja Pembangunan Bendungan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra II Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU-Pera Marwansyah (kedua dari kanan), dan Pejabat Pembuat Kom(MI/HENDRI SIAGIAN )

DALAM rangka mendukung pengembangan sektor pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) telah menyelesaikan pembangunan Embung Serbaguna Pea Parsinagaan di Ronggor Nihuta, Samosir, Sumatera Utara.

Pembangunan embung tersebut akan berfungsi sebagai tampungan air untuk pemenuhan kebutuhan air baku dan juga pengairan 200 hektare (ha) lahan pertanian di sekitar wilayah yang dikenal dengan kelangkaan airnya itu.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Roy Pardede mengatakan selama ini masyarakat kerap kesulitan dalam mendapatkan pasokan air. Lahan pertanian yang ditanami berbagai komoditas seperti jagung, kacang, dan sayuran pun akhirnya tidak mampu memberikan hasil maksimal.

"Sebelumnya, masyarakat harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, namun dengan telah dibangunnya embung ini masyarakat setempat merasakan manfaatnya yang besar. Masyarakat merasa senang dan bersyukur atas manfaat yang banyak," ujar Roy melalui keterangan resmi, Kamis (15/11).

Roy menambahkan selain sebagai bangunan tampungan air, embung Serbagunan Pea Parsinagaan juga dapat dimanfaatkan sebagai objek pariwisata. Nantinya masyarakat juga dapat melakukan budidaya perikanan di sekitar embung ini, dan disamping fungsi lainnya sebagai sumber air irigasi.

Embung Serbagunan Pea Parsinagaan memiliki luas genangan air sebesar 33,09 ha, dengan debet volume tampungan sebanyak 486,10 meter kubik. Pekerjaan pembangunan embung dilengkapi dengan saluran pengelak (intake) dan pembuatan bangunan pelimpah saluran.

Pembangunan embung serbaguna Pea Parsinagaan dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II sejak April 2018 dan telah selesai pada November 2018. Pengerjaan dilimpahkan kepada PT Siman Eranesia Ardesplan dengan biaya bersumber dari APBN 2018 sebesar Rp7,97 miliar. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya