Bandara El Tari Kupang Gelar Simulasi Kecelakaan Pesawat Malam Hari

Palce Amalo
14/11/2018 22:35
Bandara El Tari Kupang Gelar Simulasi Kecelakaan Pesawat Malam Hari
(ANTARA FOTO/Kornelis)

PT Angkasa Pura Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur, menggelar simulasi penanganan kecelakaan pesawat (aircraft accident exercise) di malam hari, Rabu (14/11) sekitar pukul 20.00 Wita.

Dalam latihan tersebut, sebuah pesawat Fokker 100 Sasando Air PK-KOE dengan flight number SA100 terhempas di sekitar landasan pacu saat melakukan pendaratan.

Pesawat yang mengangkut 102 orang penumpang dan lima kru ini akhirnya terbakar menimbulkan kobaran api yang membuat suasana malam itu semakin mencekam.

Akibat kejadian tersebut dilaporkan enam penumpang meninggal, 15 luka berat, 20 luka sedang, dan 21 lainnya luka ringan.

Seluruh korban ditangani sesuai dengan prosedur penanganan korban saat kejadian darurat. Selain itu juga digelar latihan untuk menguji kesigapan Aviation Security, latihan simulasi penanggulangan kebakaran gedung (building fire exercise).

Direktur Operasi PT Angkasa Pura I, Wendo Asrul Rose, mengatakan, latihan tersebut merupakan bagian dari skenario latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) ke-100 PT Angkasa Pura I (Persero) yang digelar di Bandara El Tari Kupang.

"Kita ingin tahu kesiapan seluruh perangkat yang ada di bandara dan stakeholder khususnya di malam hari. Kita ingin tahu di mana titik-titik kelemahan dalam latihan ini yang harus diperbaiki," ujarnya kepada wartawan.

Latihan ini melibatkan sedikitnya 600 personel yang terdiri atas Airport Emergency Committee dan Airport Security Committee dari PT Angkasa Pura I (Persero), TNI dan Polri, Perum LPPNPI, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Pemadam Kebakaran Kota Kupang, serta beberapa rumah sakit dan puskesmas di sekitar Bandara El Tari Kupang.

Di samping penanganan pada saat kejadian, dalam PKD ini juga terdapat skenario penanganan pasca kejadian, yakni penanganan terhadap keluarga korban melalui simulasi greeters and meeters serta latihan penanganan terhadap media (media handling) saat kondisi darurat.

"Latihan ini merupakan bagian dari upaya menguji dokumen Airport Emergency Plan (AEP) dan Airport Security Program (ASP) serta meningkatkan fungsi komando, komunikasi, dan koordinasi. Diharapkan dengan adanya latihan ini, para personel di Bandara El Tari Kupang dapat menpertajam kemampuannya dalam menghadapi keadaan darurat sesuai tugasnya masing-masing," jelas General Manager Bandara El Tari Kupang, Barata Singgih Riwahono.

"Kami selalu memprioritaskan aspek keselamatan dalam memberikan pelayanan kepada para pengguna jasa bandar udara. Untuk itu kami mengadakan simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat ini sebagai upaya untuk menguji sistem dan prosedur standar masing-masing institusi yang terlibat," imbuhnya.

Tantangan dalam simulasi PKD kali ini salah satunya karena latihan dilakukan pada malam hari untuk meningkatkan kesigapan personel menghadapi keadaan darurat yang bisa terjadi kapan saja, tanpa mengenal waktu.

"Konsistensi penyelenggaraan latihan PKD yang telah diadakan lebih dari 20 tahun hingga mencapai PKD ke-100 ini merupakan bukti komitmen Angkasa Pura I yang senantiasa memprioritaskan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan para pengguna jasa bandar udara," kata Wendo.

Setiap dua tahun sekali, setiap bandara yang dikelola Angkasa Pura I melaksanakan latihan PKD. Simulasi penanggulangan keadaan darurat di Bandara Adi Soemarmo ini merupakan latihan PKD ke-6 yang diadakan oleh Angkasa Pura I di 2018.

Sebelumnya, latihan PKD telah diadakan di Bandara Juanda Surabaya, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, dan Bandara Adi Soemarmo. Setelah di Bandara El Tari Kupang, PKD akan digelar di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada Desember 2018. (OL-1) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya