Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu dari empat kawanan perampok emas delapan kilogram di Kota Bontang pada 2016, JR tewas setelah tiga peluru mengenai tubuhnya karena melakukan penyerangan terhadap polisi yang akan menangkapnya.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Gowa AKP Herly Purnama di Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (13/11), mengatakan, tersangka JR tewas dengan luka tembak pada tubuhnya karena melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata tajam saat akan ditangkap.
"Anggota yang mengetahui keberadaannya di rumah istrinya di Kabupaten Jeneponto datang untuk menjemput agar mempertanggung jawabkan perbuatannya, tetapi pelaku menolak dan menyerang anggota dengan badik," ujarnya.
Herly didampingi Kapolsek Pallangga Zainal Azis mengatakan penangkapan terhadap pelaku ini tidak berjalan mulus karena tersangka cukup lihai mengelabui anggota.
Namun, ketika pelaku mengira anggota sudah benar-benar meninggalkan lokasi persembunyiannya, pelaku kemudian muncul lalu disergap kembali pada beberapa sisi oleh polisi gabungan dari Polres Gowa serta Polsek Pallangga.
"Awalnya anggota datang ke rumah istrinya dan dilakukan penggeledahan tidak ditemukan. Anggota meninggalkan tempat untuk sementara, tetapi beberapa waktu kemudian pelaku muncul dan langsung disergap oleh anggota. Di situ lah terjadi penyerangan, dan melawan dengan badik," katanya lagi.
Herly menerangkan saat pelaku menyerang anggota dengan senjata tajam, polisi lainnya menembak lengan kanannya lalu disusul tembakan kedua ke arah pahanya. Namun, pelaku masih tetap brutal dan ingin membunuh hingga akhirnya ditembak pada bagian dadanya.
Menurut dia, penangkapan terhadap tersangka JR ini setelah adanya kesaksian dari rekannya KN, 45, yang sudah ditangkap tahun yang sama dan telah menjalani masa hukumannya di lembaga pemasyarakatan.
Dia mengatakan JR dan KN merampok toko emas dibantu oleh dua rekannya yang lain. Dalam perampokan itu, para pelaku berhasil menggondol delapan kilogram emas perhiasan dan membunuh pemiliknya.
"Catatan kejahatan para pelaku ini banyak. Di Bontang itu merampok toko emas dan membunuh pemiliknya. Di Gowa ini beberapa TKP juga melakukan pencurian kendaraan bermotor. Makanya, untuk dua rekannya yang lain kami minta agar segera menyerahkan diri ke polisi," ujarnya pula. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved