Ribuan Tabung LPG Bersubsidi Disalahgunakan

(FR/HK/RF/N-3)
14/11/2018 04:45
Ribuan Tabung LPG Bersubsidi Disalahgunakan
( FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo)

TIM Monitoring Penyaluran LPG 3 kilogram yang terdiri dari Polres Boyolali, Pemerintah Daerah, dan Pertamina menemukan penyalahgunaan 1.060 tabung LPG itu di wilayah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Hal itu ditemukan saat tim melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke 219 lokasi usaha rumah makan dan industri pengolahan makanan dalam kurun waktu tiga pekan terakhir.

“Modusnya mereka meminjam tabung dari tetangga, ada yang sampai 20 tabung,” kata Kasat Sabhara Polres Boyolali, AKP Edi Sukamto, SH, MH, dalam keterangan pers di Pabelan, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (13/11).

Atas perbuatannya itu, para pelaku diperingati dan diminta menukarkan tabung LPG melon dengan tabung LPG nonsubsidi Bright Gas 5,5 kilogram (kg). “Dari hasil pemantauan, mereka udah menukar tabungnya, tapi ada juga yang sudah tukar, tapi bandel dipakai lagi, tabungnya ya kami amankan,” kata Edi.

Sales Eksekutif LPG Rayon V PT Pertamina­ (persero), Adeka Sangtraga, mengatakan dari total 219 lokasi yang didatangi jika digabungkan diestimasikan setiap bulannya menghabiskan lebih dari 70 MT, atau setara dengan 23 ribu tabung LPG 3 kg. “Itu diperuntukkan bagi warga miskin dan usaha mikro,” tukas Adeka.

Penegasan senada juga disampaikan Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region IV PT Pertamina (persero), Andar Titi Lestari. Masyarakat yang tidak termasuk kategori miskin, lanjut Andar, harus menggunakan Bright Gas dengan ukuran 5,5 kg dan 12 kg.

Kelangkaan LPG
Pemerintah Kota Batam berharap agar kelangkaan gas LPG bersubsudi (3 kg) selama tiga pekan ini segera dapat diatasi sebab dapat menyebabkan keresahan di masyarakat.

“Datanya sudah ada. Nanti kami akan teruskan kepada Pertamina, masalah ini sebenarnya tidak terjadi jika dipantau secara berkala. Ini juga memberikan pembelajaran bahwa menyambut akhir tahun biasanya gas langka di Batam,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Zarefriadi, kemarin.

Ia meminta penambahan pasokan dari Pertamina, terutama di daerah yang sering mengalami kesulitan menemukan gas 3 kg. Kalau bisa ditambah di daerah yang mengalami kelangkaan, agar masalah kelangkaan gas tidak akan terjadi lagi ke depannya.

Selain itu, Disperindag Kota Batam juga terus berkoordinasi dengan Pemprov Kepri­ yang bertugas mengawasi peredaran gas di Kepri. Namun, karena kejadian tersebut terjadi di Batam, tentu menjadi perhatian Pemerintah Kota Batam.

Kelangkaan gas subsidi ini sudah berlangsung lebih dari dua pekan terakhir ini. Akibat kelangkaan ini harga gas tersebut naik di atas harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp18 ribu/tabung. Di tingkat pengecer dijual Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per tabung.

Di sisi lain, setelah sekian lama menanti, akhirnya masyarakat di Pulau Belitung, Provinsi Babel, dapat menikmati gas LPG 3 kg. Hal itu terwujud setelah pemerintah menyetujui minyak tanah di Pulau Belitung di konfersihkan ke gas.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Babel Suranto mengatakan kuota gas subsidi 3 kg untuk Pulau Belitung untuk tahap awal ini sebanyak 65 ribu tabung. Saat ini tengah dibangun infrastruktur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE)-nya. (FR/HK/RF/N-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya