Normalisasi Sungai Dikebut

Faishol Taselan
13/11/2018 23:00
Normalisasi Sungai Dikebut
(MI/Widjajadi)

MEMASUKI musim hujan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur meng­antisipasi bencana banjir dengan menormalisasi proyek ­sudetan Plangwot sepanjang 13 kilometer (km). Mulai Kecamatan Laren sampai Sedayu Lawas.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menormalisasi proyek Sudetan Plangwot sepanjang 13 km mulai Kecamatan Laren sampai Sedayu Lawas untuk mengantisipasi banjir luapan Bengawan Solo.

“Tiap tahun selalu ada anggaran­ untuk melakukan normalisasi proyek tersebut. Hasilnya luar biasa dalam mengurangi banjir di sekitar Tuban dan Bojonegoro,” kata Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Selasa (13/11).

Sebaliknya, di Kota Medan, ibu kota Sumatra Utara ini rentan banjir. Hingga kini belum ada upaya untuk mencegah banjir. Para mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus Kota Medan melakukan aksi demonstrasi di depan ­kantor wali kota, menuntut agar Kota Medan bebas banjir.

“Buruknya perencanaan dan pemeliharaan infrastruktur menjadi salah satu aspek Kota Medan rentan banjir,” kata Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Kota Medan, Hendra Manurung, di sela-sela aksi.

Buruknya pemeliharaan infra­struktur juga terjadi di Kota ­Palembang, Sumatra Selatan. Hujan yang mengguyur sejak Senin (12/11) malam hingga kemarin pagi menyebabkan sebagian wilayah Kota Palembang kebanjiran.  

Banjir menggenangi jalan proto­kol dan kantor pemerintahan. ­Ketinggian air mencapai 1 meter. Kepala ­Kantor Basarnas Palembang, Berty DJ Kowaas, mengatakan pihaknya ­telah mengevakuasi warga di sejumlah lokasi di Kota Palembang.

Cuaca ekstrem
Masih terkait dengan bencana hidrometeorologi, sebagian wilayah Sumatra Barat diguyur hujan deras. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika setempat melansir hingga dua hari mendatang Sumbar akan diguyur hujan.

Hujan deras yang mengguyur ­wilayah Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), mengakibatkan banjir di tujuh desa di Kecamatan Nusawungu. Belum ada warga yang mengungsi. Namun, berdasarkan perhitungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, ada 2.707 ­kepala keluarga terdampak banjir.

Kepala Unit Pelaksana Teknis BPBD Cilacap wilayah Kroya, Gunardi, mengatakan hujan deras yang terjadi di kawasan Nusawungu, Cilacap, menyebabkan tujuh desa dilanda banjir. Ketinggian air antara 10 cm-70 cm.

Pada bagian lain, akses jalan nasional penghubung Kabupaten Cianjur dengan Kabupaten Bandung di Kampung Cigarogol RT 01/01, Desa/Kecamatan Naringgul, yang sempat lumpuh selama dua hari karena tertimbun longsor kini kembali normal. Empat alat berat yang diturunkan di lokasi kejadian membantu evakuasi material tanah yang longsor dari tebing setinggi lebih kurang 20 meter.

Sementara itu, di Kabupaten Tasikmalaya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia setempat berencana menerjukan timnya ke lokasi bencana tanah longsor dan banjir bandang di Kecamatan Cipatujah, Karangnunggal, dan Culamega.
Tim tersebut akan memberikan trauma healing terhadap korban khususnya anak-anak. (LD/PO/JL/RF/BB/AD/DW/PS/YP/YH/JS/N-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya