Ribuan Tabung Elpiji Bersubsidi Disalahgunakan di Boyolali

Ferdinand
13/11/2018 16:10
Ribuan Tabung Elpiji Bersubsidi Disalahgunakan di Boyolali
(ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

TIM Monitoring Penyaluran LPG 3 kg yang terdiri dari Polres Boyolali, Pemerintah Daerah, dan Pertamina menemukan penyalahgunaan 1.060 tabung elpiji 3 kg bersubsidi di wilayah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Fakta mengejutkan itu ditemukan ketika Tim Monitoring melakukan inspeksi mendadak ke 219 lokasi usaha rumah makan dan industri pengolahan makanan dalam kurun waktu tiga pekan terakhir. 

"Modusnya mereka meminjam tabung dari tetangga, ada yang sampai 20 tabung," kata Kasat Sabhara Polres Boyolali, AKP Edi Sukamto, SH, MH, dalam Konferensi Pers di Pabelan, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (13/11).

Atas perbuatannya itu, para pelaku mendapatkan peringatan dan diminta untuk menukarkan tabung elpiji melon dengan tabung elpiji nonsubsidi bright gas 5,5 kg. Untuk memastikan hal itu ditindak lanjuti, Tim Monitoring terus melakukan pemantauan. 

"Dari hasil pemantauan mereka sudah menukar tabungnya. Tapi ada juga yang sudah tukar, tapi kemudian kembali lagi, tabungnya terpaksa kami amankan," kata Edi. 

Sales eksekutif LPG Rayon V PT Pertamina (Persero), Adeka Sangtraga mengatakan, dari total 219 lokasi yang didatangi jika digabungkan diestimasikan setiap bulannya menghabiskan lebih dari 70 MT atau setara dengan 23.000 tabung elpiji 3 kg. 

 

Baca juga: Gas 3 Kg Langka di Sejumlah Kawasan di Batam

 

Dengan estimasi jumlah yang cukup besar tersebut sangat tidak layak jika para pengusaha rumah makan dan industri pengolahan makanan tersebut menggunakan tabung elpiji bersubsidi.  

"Itu diperuntukkan bagi warga miskin dan usaha mikro," tukas Adeka. 

Penegasan senada juga disampaikan Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region IV PT Pertamina (Persero), Andar Titi Lestari. Masyarakat yang tidak termasuk dalam kategori miskin, lanjut Andar, harus menggunakan bright gas dengan ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram. 

Untuk mencegah terjadinya hal serupa di wilayah lain, Tim Monitoring akan mengintensifkan pengawasan. Di samping menjamin ketersediaan bright gas di pangkalan dan agen. (OL-3) 
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya