Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANTISIPASI bencana tanah gerak, tanah ambles, dan tanah patah pada musim hujan di sejumlah wilayah kecamatan di Wonogiri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Wonogiri menggandeng Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung.
Institusi mitigasi bencana geologi itu sudah beberapa hari ini melakukan pengecekan patahan tanah di dua lingkungan wilayah Wonogiri timur.
"Kami tidak ingin kejadian rumah ditelan bumi pada 2015 di wilayah Giriwoyo terjadi lagi pada musim hujan kali ini. Karena itu, ketika ada pelaporan tentang adanya tanah ambles dan patah di wilayah Giriwoyo dan Giritontro," tutur Kepala BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto kepada Media Indonesia, Selasa (13/11) saat hendak berangkat menuju lokasi pertemuan Destana (Desa Tanggung Bencana) di Sendang, Wonogiri.
"Kami koordinasi dengan pihak PVMBG Bandung untuk melakukan pengecekan dan sekaligus pengkajian di lokasi yang berpotensi memunculkan bencana tanah ambles, merekah atau terbelah," tambahnya.
Menurut dia, banyaknya wilayah Wonogiri yang memiliki potensi bencana longsor yang didahului dengan pergerakan tanah, membuat BPBD meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan selalu bergerak aktif memberikan pelaporan. BPBD tidak ingin bencana yang muncul menelan korban jiwa, sehingga harus diantisipasi secara dini.
Lebih jauh dia paparkan, pihaknya sudah memberikan pelaporan kepada Bupati Joko Sutopo terkait pengecekan pihak PVMBG Bandung ke sejumlah wilayah di Giriwoyo, Giritontro dan Purwantoro yang mengarah pada pergerakan tanah patah, yang berlanjut ambles.
"Masyarakat trauma kejadian hilangnya sebuah rumah yang ditelan bumi pada 2015 di lingkungan Tumeng, Giriwoyo. Suara gemuruh yang terjadi pada saat hujan, sangat menakutkan. Mereka tidak ingin bencana itu muncul tanpa diketahui pada musim hujan yang sudah mulai berlangsung ini," imbuh Bambang.
BPBD Wonogiri, lanjut dia, akan melaksanakan rekomendasi dari PVMBG Bandung yang saat ini masih berada di lapangan, untuk melakukan pengecekan kondisi yang ada. Jika nantinya tempat berpotensi itu memang disebut sangat berbahaya, pemukiman di Lingkungan Tumeng, kelurahan Girikikis harus dikosongkan.
Baca juga: Gubernur Sumsel segera Terapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi
Pada bagian, BPBD Wonogiri juga terus memperbanyak pembentukan Desa Tanggung Bencana (Destana), agar memunculkan kemandirian di dalam proses evakuasi saat muncul bencana alam baik itu longsor, banjir atau bencana alam lain yang tidak diharapkan, terutama di musim hujan.
Setidaknya pada pekan ini, BPBD Wonogiri melakukan mitigasi bencana di tiga desa yang masuk klasifikasi Destana, yakni di Desa Sendang, Wonogi, lalu Desa Sumber Purwantoro dan Desa Segara di Karangtengah. Ketiga desa itu selama ini dipoteret sebagai wilayah rawan bencana tanah longsor.
"Kita sudah membentuk relawan di setiap Destana. Keberadaan relawan itu, akan bergerak cepat manakala muncul bencana yang sebelumnya sudah dipetakan kerawanannya dan bagaimana mereka bergerak cepat melakukan proses evakuasi warga jika bencana itu muncul. Langkah-langkah taktis dalam latihan mitigasi ini sebagai upaya meminimalisasi korban saat bencana muncul," tandas Bambang sekali lagi.
Pada bagian lain, pada Selasa (13/11), BPBD juga sudah bergerak cepat meminta Lurah Wonoboyo untuk bisa mengerahkan warga melakukan pemotongan dahan pohon ringin lebat yang dinilai sangat membahayakan bagi para pengendara yang lewat di jalur Wonogiri - Pokoh Kidul saat terjadi hujan deras. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved